Breaking News:

Berita Aceh Besar

Medya Hus: Jangan Gengsi Berseni Tutur Aceh

Maestro seniman Aceh, Medya Hus, meminta masyrakat Aceh untuk peduli dan merawat seni tradisi di Aceh, salah satunya seni tutur dan tradisi lisan

Editor: bakri
TANGKAPAN LAYAR SERAMBI ON TV
Seniman tutur Aceh, Medya Hus hadir dalam podcast 30 menit bersama tokoh dan dipandu oleh Jurnalis Serambi, Subur Dani, di Studio Serambi On Tv, Senin (31/10/2022). 

BANDA ACEH - Maestro seniman' title=' seniman'> seniman Aceh, Medya Hus, meminta masyrakat Aceh untuk peduli dan merawat seni tradisi di Aceh, salah satunya seni tutur dan tradisi lisan.

Medya Hus meminta masyarakat khususnya generasi muda Aceh agar tidak gengsi ber seni tutur Aceh dan melestarikannya.

"Saya meminta masyarakat Aceh khususnya generasi muda agar tidak gengsi, tidak malu ber seni tutur Aceh.

Seni tutur adalah salah satu warisan budaya kita, anak-anak muda Aceh harus merawat dan menjaganya," kata Medya Hus dalam podcast 30 menit bersama tokoh di Studio Serambi On TV, Senin (31/10/2022) yang dipandu oleh Jurnalise Serambi, Subur Dani.

Seperti diketahui, Medya Hus merupakan seniman' title=' seniman'> seniman tutur Aceh yang sudah menerbitkan ratusan buku seni tutur Aceh baik berupa hikayat, syair, dan lainnya.

Selain itu, Medya Hus saat ini juga dikenal sebagai seniman' title=' seniman'> seniman yang kerap tampil di berbagai panggung mebawakan seni seumapa Aceh, pantun, hikayat, dan syair Aceh.

Dalam podcast kemarin, Medya Hus menyampaikan, budaya seni tutur Aceh harus dihidupkan kembali, sebab seni tutur dan tradisi lisan di Aceh merupakan salah satu media sejak dulu dalam menyampaikan berbagai nasehat.

"Dalam seni tutur ini banyak sekali ragamnya, ada syair, hikayat, nazam, termasuk seumapa.

Itu isinya rata-rata adalah nasehat yang kita rangkai dengan seni bersuara yang indah," katanya.

Karena itu, Medya Hus meminta pemerintah ikut merawat seni tutur Aceh dengan memberi ruang melalui kegiatan-kegiatan dan event yang ada.

Baca juga: 90 Seniman Muda Arab Saudi Pamerkan Karya Seni Plastik di Pusat Seni Rupa Jeddah

Baca juga: Tim Kemendikbud RI Tinjau Penerapan Gerakan Seniman Masuk Sekolah di Aceh Timur

"Selama ini Alhamdulillah pemerintah memang telah memberi ruang, tapi kita berharap agar digalakkan lagi.

Termasuk kabupaten/kota yang ada di Aceh, mari kita sama-sama menggali seni tutur kita di daerah masing-masing dan sama-sama kita lestarikan," ujanrya.

Medya Hus sendiri merasa senang, saat ini sebagian anak muda di Aceh mulai meminati seni tutur Aceh.

Misalnya, banyak fans Medya Hus di media sosial yang kerap meminta dirinya untuk membuat pantun atau syair Aceh untuk momen-momen tertentu.

"Di Tik Tok, sering saya diminta untuk membuat syair dan itu rata-rata anak muda.

Kita senang karena ini masih diminati," ujarnya.

Pendiri Sanggar Seung Samlakoe itu juga menyebutkan, saat ini upaya dirinya merawat budaya seni tutur Aceh bukan hanya dengan menulis dan tampil.

Melainkan juga dengan mendigitalisasi karya-karyanya ke media sosial melalui berbagi platform, termasuk Youtube dan platform music lainnya.

"Saya juga sedang menggarap aplikasi hikayat Aceh dan juga diminta karya-karya untuk dibuatkan web guna digitalisasi karya-karya seni tutur Aceh," pungkasnya. (dan)

Baca juga: Meriahnya Gamelan Kolosal, Ribuan Orang Njaran Bareng Seniman Desa di Simpang Lima

Baca juga: Keren! Satu Keluarga Ini Punya Profesi Serupa Seniman Lukis Mural, Laris Diorder Seantero Sumatera

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved