Berita Aceh Tamiang
Terseret Banjir, Pengendara Sepmor Sempat Tenggelam
Banjir yang melanda Aceh Tamiang nyaris merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor (sepmor) pada Kamis (3/11/2022)
KUALASIMPANG – Banjir yang melanda Aceh Tamiang nyaris merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor (sepmor) pada Kamis (3/11/2022).
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, saat kawasan itu dilanda banjir besar.
Korban yang mengendarai sepmor jenis Honda CRF diduga tidak mampu mengendalikan kendaraannya ketika melintasi jalan yang sudah digenangi banjir.
Jalan beraspal itu berada persis di dekat bibir sungai, sehingga luapan air membentuk arus kencang di aspal.
Kejadian tersebut sempat direkam seorang warga yang berada di lokasi.
Dalam video itu, pengendara dan sepeda motornya sempat tenggelam dan terseret arus.
Beruntung, hal tersebut diketahui warga dan sopir truk yang kebetulan melintas.
Dibutuhkan perjuangan keras untuk menyelamatkan korban dan sepmornya yang sudah sempat tenggelam.
“Arus memang kuat karena itu luapan langsung dari sungai, untungnya bisa ditolong,” kata Agus Setiawan, warga yang merekam insiden itu.
Agus mengatakan, sepmor itu dikendarai oleh seorang pria yang berusia 40-an tahun.
Korban dipastikannya selamat, namun sepeda motor mengalami mati mesin.
Baca juga: Badai Tropis Nalgae Pembawa Banjir Bandang dan Longsor Tewaskan 150 Warga Filipina
Baca juga: Terjebak Banjir di Kebun, Satu Keluarga di Trumon Timur Aceh Selatan Dievakuasi Petugas dengan Robin
“Sepertinya mogok, kalau korban selamat,” ungkap Agus.
Banjir yang melanda Aceh Tamiang sejak tiga hari terakhir mulai menerjang kawasan hilir, salah satunya Kecamatan Bendahara.
Ketinggian air di wilayah ini pun sudah di atas satu meter, sehingga memaksa masyarakat mengungsi ke posko yang sudah didirikan di setiap dusun.
Diketahui, wilayah hilir meliputi beberapa kecamatan seperti Banda Mulia, Bendahara dan Seruway.
Datok Penghulu Kampung Teluk Halban, Amril, mengungkapkan banjir mulai menerjang Kawasan itu pada Minggu 30/10/2022) malam.
Menurutnya, ketinggian air terus meningkat dan kini sudah mencapai 1,3 meter.
“Di halaman rumah 1,3 meter, kalau di jalan bervariasi mulai 500 sampai 1 meter,” kata Amril, Kamis (3/11/2022).
Banjir di wilayah ini bukan hanya akibat kiriman dari hulu, tapi juga dampak robohnya sheet pile di Kampung Rantau Pakam yang dibangun pada 2019 lalu.
Amril mengungkapkan, saat ini di Teluk Halban sedang dibangun tanggul setinggi 2,4 meter, namun pengerjaannya belum rampung.
“Belum selesai, jadi air dari sungai langsung masuk,” ungkapnya.
Danramil 03/Seruway, Kapten Inf Muhammad Rizal, mengungkapkan banjir kali ini menyebabkan banyak warga mengungsi.
Baca juga: Evakuasi 5 Warga Aceh Selatan Terjebak Banjir di Kebun Sawit, BPBD, Polisi Kerahkan 3 Perahu Mesin
Pihaknya, sebut Danramil, sudah mendatangi perumahan warga untuk memberikan bantuan evakuasi.
“Kami keliling rumah warga untuk memastikan penghuninya dalam kondisi baik, sekaligus menawarkan bantuan evakuasi,” kata Rizal.
Dalam beberapa evakuasi, menurut Danramil, pihaknya menemukan warga yang sudah berusia lanjut.
“Banyak korban banjir yang sudah berusia lanjut, evakuasi harus dilakukan dengan cara menggendong,” ungkapnya.
Ditambahkan ketinggian air saat ini cenderung meningkat.
Sebagai antisipasi memburuknya situasi, Koramil 03/Seruway bersama warga sudah bergotong-royong membangun tanggul darurat.
“Tanggul kami buat di Kampung Binjai menggunakan karung yang diisi tanah,” imbuh Kapten Inf Muhammad Rizal. (mad)
Baca juga: Banjir Saat Magrib, Rumah Warga di Relokasi Timbang Langsa Terendam Tumpahan Air dari Kebun Sawit
Baca juga: Banjir Mulai Rendam Hilir Aceh Tamiang, TNI Bangun Tanggul Darurat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20221103win1.jpg)