Berita Kutaraja
Aceh Berstatus Siaga, Curah Hujan Masih Tinggi, Banjir Semakin Meluas, Begini Respons Pemprov
MTA mengatakan bahwa kondisi banjir di Aceh Tamiang lebih parah dari tahun sebelumnya dan menyebabkan arus transportasi Banda Aceh-Meda lumpuh.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca wilayah Aceh hingga tiga hari ke depan dari Sabtu-Senin (5-7/11/2022).
BMKG memberi peringatan dini untuk Aceh mengingat potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang masih akan terjadi di sebagian kabupaten/kota di Aceh hingga tiga hari ke depan.
Saat ini sebagian daerah juga sedang mengalami banjir bahkan intensitas banjir semakin meluas. Jika sebelumnya banjir hanya terjadi di Aceh Tamiang, kini banjir juga terjadi di Aceh Selatan, Singkil, dan Aceh Tenggara.
Pemerintah Aceh terus memantau perkembangan terkini terhadap dampak yang timbul dari musibah banjir dan segera mengambil langkah antisipasi sejak dini.
“Iya benar, berdasarkan laporan Tim BPBA yang saat ini masih terus bekerja di lapangan, intensitas banjir semakin meluas,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Sabtu (5/11/2022).
MTA mengatakan bahwa kondisi banjir di Aceh Tamiang lebih parah dari tahun sebelumnya dan menyebabkan arus transportasi Banda Aceh-Meda lumpuh.
Baca juga: Masuki Hari Keenam, Banjir Telah Kepung 138 Desa di Aceh Tamiang
Jika berujuk pengumuman resmi BMKG pada 4-5 November 2022, Aceh termasuk kawasan berstatus siaga terhadap hujan lebat.
Curah hujan yang tinggi berpotensi terjadinya banjir. Apalagi, sambung MTA, adanya aktivitas kawasan hutan yang mengakibatkan perubahan bentang alam.
“Secara khusus Kepala BPBA sudah melaporkan kondisi terkini kepada Gubernur dan Sekda. Arus lalu lintas terputus mengakibatkan arus barang juga bermasalah,” ungkapnya.
Direncanakan pada Senin (7/11/2022), Tim BPBA akan memaparkan hasil tinjauan lapangan kepada Gubernur dan Forkopimda untuk kebijakan tindak lanut penanganan terpadu lintas instansi, kabupaten/kota dan SKPA.
“Koordinasi dan mobilisasi bantuan dari provinsi ke daerah masih terus berlangsung saat ini. Dinas Sosial dan tim sampai saat ini juga masih di lapangan,” imbuhnya.
Kendati musibah terjadi dimana-mana, saat ini Pemerintah Aceh belum menetapkan status darurat terhadap musibah yang terjadi.
Baca juga: 70 Desa Terisolir Banjir, Pemkab Aceh Tamiang Kerahkan Helikopter Antar Bantuan
"Saat ini status darurat ditetapkan oleh kabupaten masing-masing. Rencana Senin akan digelar rapat Forkopimda terkait kondisi banjir secara menyeluruh se-Aceh," tuturnya.
"Nanti pada rapat Forkopimda akan dilihat hasil pemaparan yang akan dilakukan oleh BPBA," ujar MTA.
Untuk itu, Jubir Pemerintah Aceh Muhammad MTA berharap masyarakat yang terdampak banjir untuk tetap waspada seraya berdoa agar musibah banjir ini cepat berlalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/juru-bicara-pemerintah-aceh-muhammad-mta.jpg)