Berita Pidie
Psikolog Periksa Kejiwaan Pesulap Hijau, Begini Kondisi Tersangka Pencabulan Puluhan Mama Muda
"Senin (31/10/2022) lalu, psikolog telah melakukan asesmen terhadap tersangka BT, namun hasilnya belum keluar," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli, SIK.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Satuan Reskrim Polres Pidie mengundang psikolog dari Banda Aceh untuk melakukan asesmen terhadap kejiwaan terhadap sosok dukun berjuluk pesulap hijau berinisial BT (46).
Tersangka BT diduga telah mencabuli puluhan mama muda yang telah bersuami dengan modus pengobatan tradisional.
Aksi dilakukan pesulap hijau itu dengan membuka pengobatan tradisional atau alternatif di Kecamatan Padang Tiji, Pidie.
Untuk diketahui, BT mengaku pada polisi pernah menuntut ilmu di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Pengobatan alternatif berkedok agama dilakukan BT sempat viral di medsos, sehingga BT dilabelkan sebagai dukun berjulukan pesulap hijau.
"Senin (31/10/2022) lalu, psikolog telah melakukan asesmen terhadap tersangka BT, namun hasilnya belum keluar," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli, SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rangga Setyadi, STrK kepada Serambinews.com, Sabtu (5/11/2022).
Baca juga: Terkuak! Pesulap Hijau Rupanya Menimba Ilmu di Cirebon, Sempat Nikahi 2 Wanita Jabar & Miliki 5 Anak
Ia mengungkapkan, keterangan psikolog sangat penting untuk memastikan kejiwaan BT.
Apakah tersangka pencabulan itu dalam kondisi sehat jiwa raganya atau malah sebaliknya.
Sebab, BT diduga telah melakukan pencabulan terhadap mama muda dengan membuka pengobatan alternatif di Padang Tiji.
Hasil asesmen psikolog, nantinya sebagai bahan pelengkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Dijelaskan Iptu Rangga, saat ini tersangka BT masih dalam kondisi prima yang ditahan di hotel prodeo Polres Pidie.
Sedangkan berkas perkara yang menjerat dukun beristri empat tersebut telah diserahkan ke Kejari Pidie.
Baca juga: Sosok Pesulap Hijau Cabuli yang Ibu Muda di Pidie, Sudah Beraksi Puluhan Kali, Ngaku Utusan Tuhan
Ia menjelaskan, dalam pengobatan alternatif berkedok agama, BT mengaku juga sebagai waliyullah.
Pengakuan tersebut sengaja dilakukan BT supaya dipercaya orang yang hendak berobat kepadanya.