Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Mesir Hijaukan Kota Sharm El-Sheikh, Sambut Delegasi Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-27

Mesir sebagai tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB 2022 ke-27, yang lebih sering disebut sebagai COP27 mulai menyambut para pemimpin dunia.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Lambang COP 27, Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-27 bersama bus listrik mewarnai Kota Sharm El-Sheikh di Pantai Laut Merah, Mesir. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Mesir sebagai tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB 2022 ke-27, yang lebih sering disebut sebagai COP27 mulai menyambut para pemimpin dunia.

Kota pantai Sharm El-Sheikh di pantai Laut Merah yang menjadi tempat pertemuan mulai Minggu (6/11/2022) telah menjadi hijau dalam segala hal.

Dari armada kendaraan listrik yang mengangkut delegasi sampai panel surya yang dirancang untuk memberi daya pada semua sektor ekonomi lokal.

Sharm El-Sheikh telah menjadi pameran untuk masa depan yang berkelanjutan.

Industri hotel yang sangat penting juga telah menjadi hijau, merangkul praktik rekreasi dan perhotelan terbaru yang berkelanjutan.

Termasuk pengelolaan air limbah yang tepat, daur ulang, energi terbarukan, dan efisiensi energi.

“Green Sharm telah menjadi konsep yang ada dalam pikiran kami selama 10 tahun terakhir,” kata Yasmine Fouad, Menteri Lingkungan Mesir kepada Arab News, Senin (7/11/2022).

Baca juga: Sekjen PBB Harapkan Konferensi Perubahan Iklim Akan Pulihkan Kepercayaan Negara Maju dan Berkembang

“Kesempatan menjadi tuan rumah COP27 di Sharm El-Sheikh memberi kami lebih banyak motivasi untuk mengubah seluruh kota," jelasnya.

"Itu benar-benar kesempatan bagi kami sebagai pemerintah Mesir untuk berkumpul di sekitar satu penyebab lingkungan yang besar," tambahnya.

"Butuh waktu bertahun-tahun bagi negara untuk mengubah kota menjadi kota hijau," katanya.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 11 mendefinisikan kota hijau sebagai kota yang didedikasikan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dengan fokus pada meminimalkan input energi, air dan makanan, dan secara drastis mengurangi limbah, keluaran panas, dan polusi.

Fouad mengatakan mengubah Sharm El-Sheikh menjadi kota hijau pada waktunya untuk KTT COP27, yang pertama diadakan di Timur Tengah dan Afrika Utara, membutuhkan waktu 11 bulan.

Baca juga: Pemerintah Mesir Sediakan 210 Bus Ramah Lingkungan, Angkut Delegasi Konferensi Perubahan Iklim PBB

“Kami memiliki empat komponen utama, salah satunya transportasi berkelanjutan, yaitu moda transportasi yang ramah lingkungan," ujarnya.

Kedua sistem pengelolaan sampah padat dan ketiga, memperluas energi terbarukan, serta apa yang kami sebut efisiensi sumber daya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved