Sosok
"Syair Dalam Jiwa", Kisah Maestro Tari Aceh asal Blangpidie yang Menghentak Hingga ke Panggung Dunia
Karya tersebut bercerita tentang sang maestro sejak dari buaian sampai kuliah dan hingga menari tari Aceh di seluruh dunia.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Pak Uki hadir di banyak festival di dunia. Ia juga penari di Istana Negara sampai saat ini, khusus untuk tari Aceh.
Ia memperkenalkan Seudati ke seluruh dunia, seperti Amerika Serikat, Afika, Paris, Italy, Inggris, Australia, Lebanon, Abu Dhabi, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, bahkan Marzuki tak mengingatkan lagi negera-negara mana yang pernah ia datangi.
Bahkan ia sudah berkali-kali diundang oleh negara-negara maju tersebut.
Ia pernah tampil dihadapan perkumpulan orang-orang kaya dunia di Davos Swiss
Marzuki Hasan telah menjadi bagian penting Indonesia di bidang seni tari tradisional.
Tahun 1984, ia menampilkan pertunjukan tari tradisi di Amerika Serikat dan Jerman.
Ia juga pernah selama 40 hari keliling Amerika Serikat untuk pertunjukan tari Seudati.
Di Eropa, Marzuki melakukan pertunjukan keliling untuk tari Rampai Aceh.
Pak Uki juga diundang ke Amerika Latin, Kanada, Nikaragua.
Pertunjukan yang paling membekas baginya adalah saat diundang dan tampil pada acara 50 Tahun Konferensi Asia Afrika di Namibia.
Di sana ia diminta mengajari penduduk setempat untuk tampil menari di depan para pemimpin negara yang menghadiri konferensi tersebut.
Pertunjukan mereka mendapat sambutan meriah dari hadirin.
Kenangan manis lainnya, saat ia menampilkan pertunjukan tari di Harare yang sedang mengalami konflik. Karena keadaan tersebut, banyak media internasional hadir di negara Zimbabwe tersebut.
Tak diduga kehadiran media dalam situasi konflik itu memberi dampak positif terhadap liputan pertunjukannya.
Liputan pertunjukan tarian yang dibawakan Marzuki tayang tiga hari berturut-turut di CNN.