Jumat, 24 April 2026

Internasional

Militan Al-Shabab Serang Pangkalan Militer Somalia, 10 Tentara Tewas

Kelompok militan Al-Shabab menyerang sebuah pangkalan militer di wilayah Galgaduud, Somalia pada Senin (7/11/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kerabat menunggu jenazah dievakuasi setelah serangan bom mobil ganda di persimpangan jalan sibuk di Ibu Kota Mogadishu, Somalia. 

SERAMBINEWS.COM, MOGADISHU - Kelompok militan Al-Shabab menyerang sebuah pangkalan militer di wilayah Galgaduud, Somalia pada Senin (7/11/2022).

Serangan itu menewaskan sedikitnya 10 tentara, setelah beberapa hari pasukan pemerintah mengatakan telah menguasai kembali daerah itu.

Tentara akhirnya mendorong gerilyawan keluar dari pangkalan di Qayib.

Sebuah desa yang direbut dari Al-Shabab pekan lalu, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Abdullahi Ali Anod kepada kantor berita negara SONNA, Selasa (8/11/2022).

Mayor Mohamed Farah, seorang perwira militer di kota terdekat Bahdo, mengatakan 10 tentara dan 20 militan Al-Shabab tewas.

“Pasukan kami sekarang mengejar militan Al-Shabab di hutan," ujarnya.

Baca juga: KSRelief Bagikan 1.005 Tas ke Korban Banjir Pakistan dan Tas Musim Dingin ke Somalia

"Ada tembakan sporadis saat kami mengejar mereka,” katanya.

Ahmed Hassan, perwira militer lain di Bahdo, mengatakan serangan itu dimulai dengan dua bom mobil bunuh diri, diikuti pertempuran sengit selama berjam-jam.

“Al-Shabab membakar stasiun telekomunikasi kota, dan sekarang tidak mengudara,” kata Hassan.

Satu bom mobil menghantam sebuah truk militer yang menjaga pintu masuk pangkalan, sementara yang lain meledak di luar, katanya.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Al-Shabab, Abdiasis Abu Musab mengatakan melancarkan serangan di Qayib menggunakan bom mobil bunuh diri.

Kemudian, para pejuangnya menyerang dari arah yang berbeda.

Baca juga: Uni Emirat Arab Kirim 1.000 Ton Bantuan ke Somalia, Sasar 2,5 Juta Warga Terdampak Kekeringan

Para pejuang membunuh 37 tentara dan mencuri senjata dan kendaraan militer, tambahnya.

Jumlah korban pemerintah dan Al-Shabab seringkali berbeda.

Pasukan pemerintah, yang didukung milisi klan, telah membuat sejumlah keuntungan melawan Al-Shabab dalam tiga bulan terakhir ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved