Konflik Amerika vs Iran
Iran Mulai Raup Pendapatan dari Tarif Kapal di Selat Hormuz
“Pendapatan pertama yang diterima dari tarif Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral,” ujarnya
Ringkasan Berita:
- Iran dilaporkan untuk pertama kalinya mulai menerima pemasukan dari tarif kapal yang melintasi Selat Hormuz.
- Kebijakan pungutan ini sebelumnya sempat diwacanakan oleh pemerintah Teheran dan kini mulai direalisasikan.
- Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menyatakan bahwa pendapatan awal dari kebijakan tersebut telah masuk ke kas negara.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Iran dilaporkan untuk pertama kalinya mulai menerima pemasukan dari tarif kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Kebijakan pungutan ini sebelumnya sempat diwacanakan oleh pemerintah Teheran dan kini mulai direalisasikan.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menyatakan bahwa pendapatan awal dari kebijakan tersebut telah masuk ke kas negara.
“Pendapatan pertama yang diterima dari tarif Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026), seperti dikutip AFP melalui kantor berita Tasnim dan media Iran lainnya.
Namun, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai besaran pendapatan maupun mekanisme tarif yang diterapkan kepada kapal-kapal yang melintas.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia.
Dalam kondisi normal, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati wilayah ini.
Sejak pecahnya konflik di Iran pada 28 Februari, kawasan tersebut berubah menjadi titik panas.
Iran dilaporkan hanya mengizinkan sebagian kecil kapal untuk melintas, sehingga mengganggu arus perdagangan energi dan komoditas global secara signifikan.
Baca juga: Perang Iran Hari ke-55: Dialog Mandek, Selat Hormuz Memanas, Ketegangan AS-Iran Kian Tak Terkendali
Kebijakan Tarif Sempat Diperdebatkan
Sebelum diterapkan, rencana pungutan ini sempat menjadi perdebatan di parlemen Iran.
Sejumlah pejabat bahkan memperingatkan bahwa lalu lintas maritim di Selat Hormuz kemungkinan tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang.
Pada 30 Maret, media pemerintah Iran melaporkan bahwa komisi keamanan parlemen telah menyetujui rencana penerapan tarif tersebut.
| AS Tak Berniat Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Puji Teheran: Mereka Negara yang Kuat |
|
|---|
| Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Sampai Negosiasi Selesai, Blokade Tetap Berlanjut |
|
|---|
| Trump Perpanjang Gencatan Senjata Sepihak, Iran Curiga: Dinilai Taktik AS Siapkan Serangan Mendadak |
|
|---|
| Krisis Selat Hormuz Memanas, 30 Negara Bahas Opsi Militer di London untuk Amankan Jalur Minyak Dunia |
|
|---|
| Persediaan Rudal AS Menyusut Drastis akibat Perang dengan Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dua-kapal-Pertamina-Indonesia-masih-tertahan-di-Selat-Hormuz.jpg)