Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Wali Kota Kyiv Sarankan Warga Beli Power Bank, Siap-siap Mati Listrik Total

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyarankan para warganya membeli power bank dan pakaian hangat untuk berjaga-jaga jika terjadi mati listrik total

Editor: bakri
AFP/ARIS MESSINIS
Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022. - Sedikitnya enam orang tewas dalam pemboman semalam di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Ukraina, Kyiv, kata seorang wartawan AFP, dengan tim penyelamat. menyisir puing-puing untuk mencari korban lainnya. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP) 

KYIV - Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyarankan para warganya membeli power bank dan pakaian hangat untuk berjaga-jaga jika terjadi mati listrik total.

Klitschko juga mengatakan, penduduk dapat mempertimbangkan meninggalkan ibu kota Ukraina tersebut jika terjadi pemadaman total.

Dikutip dari The Guardian pada Senin (7/11/2022), ia menambahkan bahwa kemungkinan pemadaman total di Kyiv tetap ada selama Rusia melanjutkan serangannya terhadap infrastruktur energi.

Berbicara kepada United News Ukraina, program berita terpusat yang disiarkan di semua saluran, Klitschko berkata, "Jika Anda memiliki keluarga besar atau teman di luar Kyiv, di mana ada pasokan air otonom, oven, pemanas, harap diingat kemungkinan tinggal di sana untuk jangka waktu tertentu.

" Namun, Klitschko juga mendesak orang-orang di Kyiv agar tidak pesimistis dengan berujar, dia hanya memberi saran untuk berbagai skenario.

"Kami akan melakukan segala sesuatu demi kita, sehingga skenario seperti itu tidak terjadi.

" Hingga Minggu (6/11/2022) malam, pemadaman bergilir masih berlanjut di Kyiv dan enam wilayah lainnya, kata presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Ia menggambarkan, situasinya sangat sulit dan lebih dari 4,5 juta warga Ukraina- -kebanyakan di Kyiv dan wilayah sekitarnya--tanpa listrik.

Serangan jarak jauh Rusia di berbagai wilayah juga dilaporkan merusak infrastruktur, termasuk jaringan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Serangan Rusia dilaporkan terjadi di sebagian besar wilayah Ukraina pada Kamis (3/11/2022).

PLTN Zaporizhzhia kembali terputus dari jaringan listrik setelah diserang, sehingga merusak saluran tegangan tinggi yang tersisa.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Belum Konfirmasi Hadir KTT G20 di Bali, Delegasi KTT G20 Bawa Mobil Anti Peluru

Baca juga: Ukraina Tuduh Rusia Sengaja Targetkan Jaringan Listrik, Pemadaman Listrik Terus Berlanjut

Perusahaan nuklir Ukraina, Energoatom, mengatakan bahwa di PLTN Zaporizhzhia hanya menyisakan genset berbahan bakar minyak.

PLTN Zaporizhzhia saat ini masih berada di tangan Rusia tetapi dioperasikan oleh para pekerja Ukraina.

Di fasilitas tersebut hanya tersisa bahan bakar untuk genset selama 15 hari, kata Energoatom sebagaimana dilansir Reuters.

Serangan Rusia di Ukraina terkini juga terjadi di Kriviy Rih, Sumy, dan Kharkiv. (kompas.com)

Baca juga: Pejabat Kota Kherson Dibawah Pendudukan Rusia Mencoba Memulihkan Sebagian Aliran Listrik

Baca juga: Korea Utara Dituding Pasok Peluru Artileri ke Rusia, Pergerakan Kereta Api Terungkap via Satelit

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved