Breaking News:

Berita Banda Aceh

Gerhana Bulan Terpantau 92 Menit

Gerhana bulan total yang terjadi pada Selasa (8/11/2022) hanya terpantau selama 92 menit di Aceh

Editor: bakri

BANDA ACEH - Gerhana bulan total yang terjadi pada Selasa (8/11/2022) hanya terpantau selama 92 menit di Aceh.

Secara keseluruhan, gerhana terjadi selama 5 jam 57 menit.

Hal itu diketahui dari pemantauan yang dilakukan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, yang dipusatkan di lantai 3 Ma'had Darut Tahfiz Al Ikhlas, Desa Ajuen, Kecamatan Peukan Bada, kabupaten Aceh Besar.

Para santri di ma'had tersebut terlihat antusias mengerubungi enam unit teleskop astronomi yang telah disiapkan untuk melihat fenomena langka itu, sebagai bahan observasi bersama pembelajaran ilmu astronomi.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, kepada wartawan menjelaskan, fenomena gerhana bulan terjadi sejak pukul 15.08 WIB yang diawali dengan gerhana bulan penumbra.

Kemudian, dilanjutkan dengan gerhana bulan sebahagian pada pukul 16.08 WIB.

Awal gerhana bulan total terjadi pada pukul 17.16 WIB, dimana puncaknya pada pukul 17.16 WIB dan berakhir pada pukul 18.42 WIB.

Setelah gerhana bulan total, fenomena berlanjut dengan gerhana bulan sebagian hingga pukul 19.49 WIB dan akhir penumbra terjadi pada pukul 20.57 WIB.

"Secara keseluruhan, gerhana terjadi selama 5 jam 57 menit.

Baca juga: Diselimuti Mendung, Gerhana Bulan Total Tidak Terpantau di Langit Lhokseumawe 

Baca juga: Jadwal Melaksanakan Sholat Gerhana Bulan Total Hari Ini, Berikut Tata Caranya

Akan tetapi wilayah Aceh hanya dapat menikmati gerhana ini selama 1 jam 32 menit (92 menit), sejak pukul 18.17 WIB ketika bulan mulai terbit di arah timur," ujarnya.

Shalat khusuf

Terkait fenomena gerhana bulan itu, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh juga menggelar shalat Gerhana atau shalat Khusuf yang dilaksanakan selepas shalat Magrib.

Pelaksanaan shalat berlangsung khusyuk, yang dimulai dari pukul 18.50 WIB.

Bertindak sebagai imam dalam shalat Khusuf tersebut, Teungku Ivan Aulia, dan khatib disampaikan oleh Teungku Azman Ismail.

Dalam khutbahnya, Teungku Azman Ismail menyampaikan bahwa gerhana bulan dan matahari merupakan fenomena alam karena sunnatullah.

"Kalau Allah sudah menetapkan tidak ada kekuatan yang dapat menolaknya," ujarnya.

Namun di balik itu, kata Teungku Azman Ismail, ada kekuatan besar dari Allah SWT yang mengatur perjalanan matahari, bulan, dan bintang-bintang.

"Apabila terjadi gerhana, itu merupakan tanda-tanda kehebatan dan kekuasaan Allah.

Maka shalatlah seperti yang kita laksanakan tadi, berdoa, dan bersedekahlah," tuturnya. (hd)

Baca juga: Link Live Streaming Gerhana Bulan Total Hari Ini, Beberapa Daerah Bisa Dilihat Secara Langsung

Baca juga: Gerhana Bulan Total di Aceh akan Terlihat Pertama di Tamiang, Ini Penjelasan Ahli Falak

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved