Breaking News:

Internasional

Ukraina Tuduh Iran, Kirim Drone Seusai Rusia Invasi Negaranya

Drone buatan Iran dipasok ke Rusia setelah invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Editor: M Nur Pakar
WSJ
Drone Iran terbang pada ketinggian sangat rendah, sehingga sulit bagi sistem pertahanan udara Ukraina untuk mendeteksi. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Drone buatan Iran dipasok ke Rusia setelah invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Pengiriman senjata berupa drone dan rudal diperkirakan akan terus berlanjut di masa mendatang, lapor harian Inggris The Guardian, Kamis (10/11/2022).

Militer Ukraina memberikan bukti, Teheran telah memasok senjata kepada sekutunya tak lama setelah invasi.

Sehingga, memberikan kemampuan pasukan Rusia untuk menghancurkan infrastruktur vital meskipun telah menderita kerugian peralatan yang parah.

Pejabat Barat kepada CNN mengatakan Iran telah mengirim total 450 drone ke Rusia dan akan mengirim 1.000 unit persenjataan lagi, termasuk rudal balistik.

Penemuan asal-usul dan tanggal pembuatan pesawat tak berawak itu terjadi setelah intelijen militer Ukraina membongkar model yang disita.

Baca juga: Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Kunjungi Iran, Bahas Pengiriman Drone dan Rudal

Termasuk pesawat mata-mata Mohajer-6, yang dilaporkan dibangun di Iran setelah invasi Februari, kata sumber militer Ukraina.

"Kami pikir spesialis Rusia terlibat, tetapi itu hanya teori," tambah sumber itu.

“Entah orang Iran pergi ke Rusia atau mereka memiliki spesialis Rusia yang bekerja di sana,” tambahnya.

Pakar militer Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri AS Rob Lee mengatakan:

Rusia menggunakan amunisi yang berkeliaran dengan lebih efektif."

"Baru-baru ini beberapa orang Iran, beberapa orang Rusia dan jika mereka mendapatkan rudal darat-ke-udara dari Iran, itu juga bisa berbahaya."

Baca juga: Ledakan Bom Guncang Kiev, Balas Serangan Besar-Besaran Drone Ukraina ke Krimea

“Banyak dari ini datang untuk mencoba memprediksi tingkat dukungan eksternal untuk Ukraina dan Rusia dan itu sulit."

Senjata Iran telah digunakan oleh Rusia sejak Oktober 2022 untuk menetralisir lebih dari 30 persen infrastruktur energi Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky telah memperingatkan.

Pada Oktober 2022, Iran membantah desas-desus memasok Rusia dengan senjata.

Tetapi kemudian mengakui telah memasok sejumlah kecil drone, tetapi dilakukan sebelum invasi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved