Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Tak Rasional, Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Soal Penundaan Sidang Ferdy Sambo karena G20

Sebab Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyebut sidang ditunda selama satu minggu dengan alasan pelaksanaan G20 di Bali....

Editor: Eddy Fitriadi
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
ILUSTRASI Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat (kiri) saat menyampaikan kesaksiannya dalam sidang terdakwa Ferdy Sambo, Selasa (1/11/2022) di PN Jaksel. Tak Rasional, Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Soal Penundaan Sidang Ferdy Sambo karena G20. 

SERAMBINEWS.COM - Tim Kuasa Hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J merasa keberatan dengan keputusan penundaan persidangan kasus Ferdy Sambo.

Menurut pengacara keluarga Brigadir J, penundaan sidang itu tidak masuk akal atau tak rasional.

Sebab Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyebut sidang ditunda selama satu minggu dengan alasan pelaksanaan G20 di Bali.

"Kalau saya melihat di sistem peradilan pidana kita itu ada yang namanya azas cepat, sederhana, biaya ringan."

"Cepat adalah ada urgensi ataupun kebutuhan waktu untuk melakukan persidangan secepat mungkin, agar limitasi dari batas penahanan itu tidak terlewati itu yang pertama."

"Yang kedua agar masing-masing pihak baik terdakwa ataupun korban bisa mendapatkan kepastian hukum ya kemanfaatan dan keadilan."

"Nah dengan ditundanya dengan alasan G20 ini kurang rasional," kata Martin Lukas Simanjuntak, tim Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, dikutip dari Kompas TV.

Apalagi, lanjut Martin, jarak lokasi persidangan jauh dengan kegiatan pertemuan G20 di Bali.

"Dari segi geografis itu jauh jaraknya mungkin lebih dari 1000 kilometer. Jadi tidak ada hubungannya," lanjut Martin.

Humas Kejaksaan Agung sebelumnya juga mengatakan penundaan ini karena masalah teknis.

Menurut Martin, selama persidangan berlangsung hal-hal teknis sudah sesuai dengan prosedur.

"Saya kurang mengerti apa yang dimaksud dengan teknis, toh juga persidangan ini kan disiarkannya hanya visual saja, audionya tidak"

"Jadi saya pikir kalau masalah penayangan ataupun teknis pelaksanaan, saya pikir sudah sesuai dengan prosedur."

"Kalaupun ada yang mau dirubah, saya pikir itu bukan dirubah tekni tapi strategisnya," jelas Martin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved