Breaking News:

Jokowi Berbahasa Indonesia Saat Bertemu Presiden Biden di Bali

Selama pertemuan yang berlangsung hangat tersebut Presiden Jokowi berbicara dengan Biden menggunakan bahasa Indonesia.

TOBIAS SCHWARZ/AFP
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memeluk Presiden Indonesia Joko Widodo dalam sesi foto bersama dengan para pemimpin G7, Senin (27/6/2022), di Kastil Elmau, Jerman Selatan. Foto lainnya tampak Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson ‘meninju’ Jokowi saat pertemuan bilateral di sela-sela KTT G7. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden RI Joko Widodo(Jokowi) melakukan pertemuan bilateral di Nusa Dua, Bali. Saat bertemu dengan Biden, Jokowi mengucapkan selamat datang di Bali menggunakan bahasa Indonesia.

"Selamat datang di Bali, selamat datang di Indonesia saya sangat menghargai keberadaan presiden Biden di KTT G20 di Bali," ujar Jokowi, Senin(14/11/2022).

Selama pertemuan yang berlangsung hangat tersebut Presiden Jokowi berbicara dengan Biden menggunakan bahasa Indonesia.

Terdengar ada sayup-sayup suara interpreter alias penerjemah yang menerjemahkan ke bahasa Inggris versi Amerika Serikat (AS) begitu juga sebaliknya ada penerjemah yang berbicara bahasa Indonesia agar dapat dimengerti Jokowi.

Penerjemah tersebut duduk tepat di belakang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Sekeluarga di Kalideres Diduga Penganut Apokaliptik, Perilakunya Tertutup dengan Dunia Luar

Baca juga: Meski Ibunya Baru Meninggal, Rendi Jhon Tetap akan Menikah dengan Glenca Chysara, Ini Katanya

Baca juga: Ikan Mas & Mujair di Aceh Tenggara Diserang Penyakit, Anggota DPRA Minta DKP Aceh Bantu Pembudidaya

Jokowi berharap, KTT G20 yang dimulai pada Selasa (15/11/2022) besok dapat berdampak pada pemulihan ekonomi dunia.

"Saya berharap, KTT G20 dapat menghadirkan kerja sama yang konkret yang dapat memandu dunia dalam pemulihan ekonomi global," ujar Jokowi.

Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju saat bertemu Biden, antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam pertemuan tersebut, dua pemimpin negara ini fokus membahas mengenai upaya untuk memperkuat kemitraan itu."Dan kedua pemimpin mendiskusikan cara untuk memperkuatnya," kata pernyataan resmi Gedung Putih AS yang diterima Tribun.

Perbincangan hangat tersebut juga diselingi apresiasi AS terhadap Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan G20 hingga mencapai puncaknya pada 2 hari ke depan. "Presiden Biden mengucapkan selamat kepada Indonesia atas susksesnya penyelenggaraan G20 serta Presidensi G20," kata pernyataan resmi Gedung Putih.

Di hadapan Jokowi, Biden pun menegaskan bahwa AS mendukung penuh posisi Indonesia di Indo-Pasifik. Satu diantaranya karena Indonesia dikenal sebagai negara pendukung kuat tatanan internasional.

"Dan mengutarakan dukungan terhadap kepempimpinan Indonesia di Indo-Pasifik sebagai negara demokrasi ketiga terbesar dan pendukung kuat tatanan internasional berbasis aturan," tegas Gedung Putih.

Terakhir, Biden dan Jokowi juga terlibat perbincangan mengenai posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 dan AS pun turut memberikan dukungan terhadap 'jabatan' ini.

Baca juga: Ikan Mas & Mujair di Aceh Tenggara Diserang Penyakit, Anggota DPRA Minta DKP Aceh Bantu Pembudidaya

Baca juga: Kodim Nagan Raya Realisasikan Program Babinsa Masuk Dapur

Baca juga: Turki Tahan Seorang Wanita Suriah Anggota Militan Kurdi, Dalang Pengeboman Istanbul

"Kedua pemimpin juga membicarakan kedudukan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023, dan Presiden Biden menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat terhadap Sentralitas ASEAN serta dukungan terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific," pungkas Gedung Putih.

Puncak KTT G20 akan dihelat di Nusa Dua Bali pada 15 dan 16 November 2022.Selain Biden, forum profil tingkat tinggi ini sedianya akan dihadiri pula oleh Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Perdana Menteri India Narendra Modi hingga Presiden China Xi Jinping.

Namun Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk tidak hadir dan mengirimkan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov untuk menggantikannya. Putin mengaku terlalu sibuk dan enggan membahas masalah keamanan dengan negara peserta G20.(Tribun Network/fit/wly)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved