Breaking News:

Internasional

KPK Arab Saudi Tangkap Basah Hakim Pengadilan Tinggi Terima Suap, Total Rp 16,5 Miliar

Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Arab Saudi atau Nazaha menangkap seorang hakim.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Kantor Badan Anti Korupsi Arab Saudi, Nazaha di Riyadh, Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Arab Saudi atau Nazaha menangkap seorang hakim.

Hakim itu tertangkap basah menerima suap dari seorang warga untuk mengeluarkan putusan yang menguntungkan dalam kasusnya.

Pihak berwenang mengatakan Ibrahim bin Abdulaziz Al-Juhani, yang bertugas di Pengadilan Tinggi Madinah, kedapatan menerima SR500.000 atau $133.031, sekitar Rp 2 miliar.

Suap diberikan oleh seorang warga yang mencari keputusan akhir dalam kasusnya.

Hakim dijanjikan total SR4 juta atau $1.064.254, sekitar Rp 16,5 miliar dari warga untuk menutup kasus yang tertunda, cuit Nazaha.

“Prosedur hukum sedang diselesaikan terhadap individu tersebut, sesuai dengan hukum dan peraturan,” katanya.

Baca juga: Jejak Hakim Agung Gazalba Saleh Terkait Kasus Suap di MA, Pernah Sunat Hukuman Edhy Prabowo

Nazaha menambahkan pihaknya akan terus mengejar individu yang mengeksploitasi jabatan publik untuk mencapai keuntungan pribadi.

Atau merugikan kepentingan publik dengan cara apapun, dan akan terus menerapkan hukum, tanpa toleransi terhadap korupsi.

Mengomentari masalah ini, Osama Ghanem Al-Obaidy, penasihat dan profesor hukum di Institut Administrasi Publik di Riyadh, kepada Arab News, Selasa (15/11/2022) mengatakan:

“Hakim yang ditangkap karena menerima suap menggambarkan tekad Kerajaan untuk membasmi korupsi."

“Ini sebagai implementasi dari pengumuman putra mahkota bahwa tidak ada koruptor yang lolos dari tuntutan dan hukuman terlepas dari posisi atau status.”

Dia mengatakan Kerajaan berusaha keras melindungi aset publik.

Baca juga: Hakim Agung Resmi Pakai Rompi KPK, Terima Suap dari Banyak Perkara

Dikatakan, korupsi merusak perekonomian negara.

Bahkan, investor akan terganggu, sehingga Arab Saudi akan meningkatkan statusnya tanpa korupsi di seluruh dunia, tambahnya.

Didirikan pada tahun 2011, Nazaha bertujuan memerangi korupsi keuangan dan administrasi.

Sejak awal, telah menangkap ratusan pejabat tinggi dan pegawai pemerintah, termasuk petugas keamanan, atas tuduhan penyuapan dan korupsi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved