Breaking News:

Info Distanbun Aceh

Aceh akan Tingkatkan Produksi Bawang dan Cabai, Rencanakan Bangun Cold Storage

“Kita fokus ke dua komoditas ini dulu, karena bawang merah dan cabai marah selalu jadi pemicu angka inflasi tinggi di Aceh,” ujar Chairil.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: IKL
ist
Bawang dan cabai 

Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh memiliki rencana supaya kedepan, Aceh bisa memproduksi lebih banyak produk holtikultura untuk dikonsumsi, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat. Sehingga tidak lagi bergantung dari daerah luar.

Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Chairil Anwar, Mp mengatakan, untuk saat ini, Distanbun Aceh sedang maraknya menggalakkan peningkatan dua komoditas utama, yaitu bawang merah dan cabai marah.

“Kita fokus ke dua komoditas ini dulu, karena bawang merah dan cabai marah selalu jadi pemicu angka inflasi tinggi di Aceh,” ujar Chairil.

Baca juga: Distanbun Aceh Sebut Alpukat Lokal Sabang Miliki Prospek untuk Dikembangkan, Ini Alasannya

Ia menjelaskan, jika dihitung secara keseluruhan pada akhir tahun, Aceh sebenarnya sudah surplus untuk produksi cabai merah. Namun masalahnya, produksi cabai belum merata tersedia setiap bulan, sehingga ada bulan tertentu produk melimpah dan ada bulan lainnya yang kekurangan pasokan.

Sementara untuk bawang merah, diakui Chaidir, produksi Aceh masih sangat minim, sehingga sering terjadi fluktuasi harga yang sangat tinggi. Oleh karena itu, saat ini konsumsi bawang masih bergantung dari pasokan dari pulau Jawa atau provinsi lainnya di Sumatera. Ia meincikan, saat ini produksi bawang merah di Aceh hanya 11 ribu ton/tahun. Sedangkan konsumsinya sebesar 41 ribu ton/tahun.

Baca juga: Distanbun Aceh Salur Insektisida Nabati Bantuan Kementan kepada Petani Kakao 3 Daerah Ini

“Jadi saat ini Aceh masih kekurangan produksi bawang merah sekitar 30 ribu ton/tahun. Makanya masih banyak dipasok dari daerah luar. Nah inilah yang terus kita kejar agar produksi meningkat,” tambah Chairil.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihak Distanbun Aceh ingin segera menambahkan areal tanam hingga 1.000 hektare. Dengan harapan jumlah produksi bawang merah terus naik. Ia menambahkan, untuk mengatasi surplus cabai merah dan harga anjlok saat musim panen raya. Pihaknya mendorong agar ada pengolahan hasil paska panen, misalnya dijadikan cabai bubuk atau diserap untuk produksi bumbu masak.

Baca juga: Distanbun Aceh, Siapkan Pertanian Efektif, Murah, Aman dan Sehat (EMAS)

Distanbun Aceh juga sudah pernah menjajaki kerjasama dengan PT Pembangunan Aceh (Pema), supaya dapat menjadi penyedia resi gudang. Sehingga perusahaan daerah ini bisa membangun cold storage.

Tak hanya itu, Badan Pangan Nasional juga akan memfasilitasi pembangunan cold storage di kawasan sentra produksi hasil tani, seperti dataran tinggi Gayo. Untuk bawang merah, Pidie, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh tenggara masih menjadi penyumbang terbesar. Sedangkan cabai merah banyak dihasilkan oleh Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Luies, Aceh Besar dan Bireuen. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved