Breaking News:

Berita Pidie

BNNK Pidie Musnahkan Sabu Asal Malaysia, TPPU Akan Diterapkan

"Saat kita lakukan penggeledahan, ternyata sabu sebesat 100,79 gram disembunyikan di bawah jok sepeda motor," jelasnya.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Kajari Pidie, Gembong Priyanto, didampingi Kepala BNNK Pidie, AKBP Sabri dan Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK, memusnahkan sabu di Kantor BNNK Pidie, Kamis (17/11/2022). SERAMBINEWS.COM/ M NAZAR 

"Saat kita lakukan penggeledahan, ternyata sabu sebesat 100,79 gram disembunyikan di bawah jok sepeda motor," jelasnya.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie memusnahkan barang-bukti (BB) sabu seberat 100,79 gram, di Kantor BNNK Pidie, Kamis (17/11/2022)

Pemusnahan barang haram dari Malaysia itu dilakukan dalam konferensi pers di Kantor BNNK Pidie, dengan dihadirkan tersangka RM (32) warga Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli.

Turut hadir Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK dan Kajari Pidie, Gembong Priyanto SH MHum.

"Sabu tersebut dipasok dari negara jiran Malaysia," kata
Kepala BNNK Pidie, AKBP Sabri, kepada Serambinews.com, Kamis (17/11/2022).

Ia menyebutkan, barang haram itu direncanakan hendak diedarkan di Kabupaten Bireuen.

Namun, sabu itu berhasil digagalkan petugas BNNK Pidie dengan menangkap RM saat mengendarai sepeda motor di jalan di Gampong Tanjong Krueng.

"Saat kita lakukan penggeledahan, ternyata sabu sebesat 100,79 gram disembunyikan di bawah jok sepeda motor," jelasnya.

Ia menjelaskan, rekan RM yang masih di Malaysia telah dimasukkan sebagai DPO. Sementara saat ini RM sendiri dititipkan di sel Rutan Kelas II B Sigli.

RM dibidik dengan pasal 112 ayat (2) Juntho Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika, dengan ancaman hukuman seumur hidup dan pidana mati.

" Kasus sabu 100,79 gram sabu telah di-P21-kan. Sehingga kita musnahkan BB sabu tersebut," jelasnga.

Ia menambahkan, BNNK Pidie baru satu pelaku pengedar narkoba antar kabupaten yang ditangkap.

Pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut dengan penerapan pasal Tindak Pidana Pencuciaan Uang (TPPU) jika pelaku adanya melakukan TPPU.

" Belum adanya tersangka yang kita terapkan TPPU. Kalau kasuh ini masih dalam pengembangan, jika terbukti adanya pencucian uang akan kita terapkan TPPU," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved