Breaking News:

Berita Aceh Timur

34 Karung Padi Petani Dimakan Kawanan Gajah Liar, Warga Pertanyakan Solusi Pada Pemerintah

Kawanan gajah liar kembali merusak berbagai macam jenis tanaman milik petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur

Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kawanan gajah liar kembali merusak berbagai macam jenis tanaman milik petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Kawanan gajah selain merusak tanaman jagung, pisang, juga memakan 34 karung padi milik petani yang sudah dipanen di desa itu 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Kawanan gajah liar kembali merusak berbagai macam jenis tanaman milik petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Kawanan gajah selain merusak tanaman jagung, pisang, juga memakan 34 karung padi milik petani yang sudah dipanen di desa itu.

“Kami warga Alue Canang, Desa Seumanah Jaya, selalu dalam keadaan musibah dan berduka.

Sabtu malam tadi, tanaman kami dirusak gajah, termasuk 34 goni yang telah dipanen habis dimakan kawanan gajah,” ungkap salah satu warga yang memvideokan tanamannya pasca dirusak kawanan gajah liar.

Warga tersebut mempertanyakan kepada pemerintah bagaimana solusinya, agar gangguan gajah tersebut bisa diatasi.

Baca juga: Gajah Ubrak-abrik Rumah Warga

“Kami sangat memohon kepada pemerintah berilah solusi kepada kami.

Jika kami racuni gajah, dan pasang setrum jika gajah mati maka kami pasti disalahkan.

Lalu jika tanaman kami dirusak seperti ini siapa yang bertanggungjawab,” ungkap warga tersebut.

Tanggapan Keuchik Seumanah Jaya

Sementara itu, M Sabri Keuchik Desa Seumanah Jaya, berharap kepada intansi yang menangani gangguan gajah liar agar membuat pos-pos pada pintu keluar masuk kawanan gajah liar.

“Kalau dibuat pos pada pintu keluar masuk kawanan gajah dengan jarak 500 meter, atau 1 km jarak antar pos kemungkinan bisa mencegah masuknya kawanan gajah liar.

Inilah salah satu solusi kita mohon kepada BKSDA, dan pemerintah,” pinta Sabri.

Solusi ini diusulkan, jelas Sabri, karena melihat pemasangan GPS Collar pada kelompok gajah untuk mendeteksi keberadaan gajah, dan dapat dihalau sebelum masuk ke kebun warga kurang efektif.

Baca juga: PREDIKSI Grup A Piala Dunia 2022 - Timnas Qatar Diragukan, Belanda, Senegal dan Ekuador Dijagokan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved