Jumat, 10 April 2026

Turki Serang Suriah

Imbas dari Pemboman di Istanbul, Turki Lancarkan Serangan Udara ke Suriah dan Irak

Kementerian Pertahanan Turki mengungkapkan, target mereka adalah kelompok Kurdi yang dianggap bertanggung jawab atas bom...

Editor: Eddy Fitriadi
AFP
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Imbas dari Pemboman di Istanbul, Turki Lancarkan Serangan Udara ke Suriah dan Irak. 

SERAMBINEWS.COM - Turki melancarkan serangan udara ke wilayah utara Suriah dan Irak, Minggu (20/11/2022).

Kementerian Pertahanan Turki mengungkapkan, target mereka adalah kelompok Kurdi yang dianggap bertanggung jawab atas bom yang mengguncang Istanbul pekan lalu.

Pangkalan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang, alias PKK, dan Unit Perlindungan Rakyat Suriah, atau YPG, langsung jadi bulan-bulanan militer Turki.

Kementerian mengutip hak Turki untuk membela diri di bawah Pasal 51 Piagam PBB dalam meluncurkan operasi yang disebut Claw-Sword pada Sabtu malam.

Dikatakan pihaknya menargetkan daerah yang digunakan sebagai "basis oleh teroris dalam serangan mereka di negara kita".

Turki mengatakan pihaknya sedang berusaha untuk mencegah serangan, mengamankan perbatasan selatannya dan menghancurkan terorisme pada sumbernya.

Pernyataan itu diunggah bersama foto pesawat tempur F-16 lepas landas dan rekaman serangan dari sebuah drone udara.

"Waktu pengembalian! Mereka dimintai pertanggungjawaban atas serangan berbahaya mereka," tulis Kementerian.

Kantor berita DHA melaporkan bahwa F-16 lepas landas dari lapangan terbang di Malatya dan Diyarbakir di Turki selatan sementara drone diluncurkan dari Batman.

Menteri Pertahanan Hulusi Akar mengawasi serangan udara dari pusat operasi dan memberi selamat kepada pilot dan staf darat.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan keamanan 85 juta warga kami dan perbatasan kami dan untuk membalas setiap serangan berbahaya di negara kami," katanya, menurut pernyataan Kementerian yang dikutip AP News.

"Tempat berlindung, bunker, gua, terowongan, dan gudang milik teroris dihancurkan dengan sukses besar."

"Apa yang disebut markas besar organisasi teroris juga dihantam dan dihancurkan dengan serangan langsung," lanjut Akar.

Serangan udara itu menargetkan Kobani, sebuah kota strategis Suriah yang mayoritas penduduknya Kurdi di dekat perbatasan Turki yang sebelumnya coba diambil alih oleh Ankara dalam rencananya untuk membangun "zona aman" di sepanjang Suriah utara.

Juru bicara Pasukan Demokrat Suriah Farhad Shami dalam sebuah tweet menambahkan bahwa dua desa yang berpenduduk padat dengan orang-orang terlantar berada di bawah pemboman Turki.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved