Breaking News:

Berita Bireuen

10 Warga Paya Baro Gandapura Bireuen Masih Mengungsi

Sebanyak 2 keluarga terdiri dari 10 jiwa warga Desa Paya Baro, Gandapura Bireuen masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang banjir.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Sebanyak 10 jiwa warga Desa Paya Baro, Gandapura Bireuen masih berada di pengungsian karena rumah masih tergenang 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 2 kepala keluarga atau 10 jiwa warga Desa Paya Baro, Gandapura Bireuen masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang banjir, sementara puluhan lainnya sudah pulang ke rumah. Sedangkan warga Samuti Aman Gandapura Bireuen yang mengungsi sejak Kamis (17/11/2022) sudah pulang semuanya pada Selasa (22/11/2022) siang.

Hal tersebut disampaikan Camat Gandapura Bireuen, Azmi SAg kepada Serambinews.com, Selasa (22/11/2022) sore menyangkut warganya dari dua desa yang mengungsi karena rumahnya tergenang banjir.

Dijelaskan, sejak Sabtu (19/11/2022) sebanyak  30 kepala keluarga atau 70 jiwa, warga Desa Paya Baro terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara berupa balai di desa mereka, karena rumah mereka masih tergenang banjir limpahan luapan Krueng Leubu Makmur, Bireuen.

Desa Paya Baro, salah satu desa yang letaknya diapit perbukitan berbatasan dengan Leube, Leubu Kuta Barat dan sejumlah desa lainnya.

Banjir luapan meluapnya Krueng Leubu Makmur terjadi Sabtu (19/11/2022) dinihari, ratusan unit rumah tergenang. Sorenya, tumpahan air dari luapan Krueng Leubu meluncur deras ke kawasan Desa Paya Baro melalui Desa Leubu Kuta Barat, Leubu Cot dan Cot Tufah sehingga kawasan desa tersebut tergenang banjir luapan.

Dampak besar puluhan warga terpaksa mengungsi ke pinggir perbukitan mereka terkurung, jalan desa tidak bisa dilewati karena tingginya air.

Keuchik Paya Baro, Azhari  M Yusuf kepada Serambinews.com, Senin (21/11/2022) mengatakan, banjir luapan yang melanda desa mereka tumpahan dari meluapnya Krueng Leubu, Makmur.

Mereka mengungsi sejak Sabtu (19/11/2022) sore ke tempat penampungan sementara, jalan desa tidak bisa dilalui karena ketinggian air, akses keluar sulit dan dibuka jalan alternatif.

Camat Gandapura, Azmi SAg kepada Serambinews.com mengatakan, akses ke lokasi pengungsi awalnya tidak bisa dilakukan sama sekali karena jalan desa tergenang air mencapai 2 meter, kemudian membuka satu jalan alternatif dari Paloh Dama tembus ke Desa Paya Baro.

Para pengungsi yang awalnya mencapai 30 kepala keluarga sebagian sudah pulang, tinggal dua kepala keluarga lagi karena rumah masih tergenang.

“Kebutuhan untuk pengungsi di Paya Baro tersedia mencukupi dan bila tidak ada hujan lagi mungkin besok (Rabu) mereka akan pulang ke rumah masing-masing,” sebut camat.

Sementara itu, para pengungsi di Desa Samuti Aman sebanyak 20 kepala keluarga sudah kembali ke rumah masing-masing Senin (21/11/2022) sore.

Ada dua rumah masih tergenang banjir genangan, walaupun masih tergenang mereka tidak lagi berada di pengungsian.(*)

Baca juga: VIDEO - Puluhan Warga Paya Baro Gandapura Bireuen Mengungsi di Balai Desa

Baca juga: Banjir Luapan Terjang Makmur Bireuen, Dua Warga Meninggal Dunia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved