Selasa, 14 April 2026

Anwar Ibrahim Resmi Jadi PM Malaysia, Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Sodomi hingga Dipenjara

Menurut The Guardian Anwar Ibrahim pernah dipenjara selama hampir 10 tahun.

Editor: Amirullah
AFP
Perdana Menteri terpilih Malaysia Anwar Ibrahim meninggalkan Istana Negara setelah bertemu Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah, Selasa sore (22/11/2022) 

SERAMBINEWS.COM - Anwar Ibrahim resmi jadi Perdana Menteri Malaysia.

Ternyata, Anwar Ibrahim pernah tersandung beberapa kasus.

Menurut The Guardian Anwar Ibrahim pernah dipenjara selama hampir 10 tahun.

Ini atas berbagai tuduhan yang pernah menjeratnya. Tetapi pada hari Kamis (24/11/22) akhirnya mencapai mimpinya menjadi perdana menteri Malaysia.

Dalam pencariannya selama puluhan tahun untuk posisi puncak.

Pria berusia 75 tahun itu telah merasakan kemenangan dan kekalahan politik.

Anwar Ibrahim juga memimpin protes jalanan untuk reformasi demokrasi dan menyatukan koalisi oposisi multi-etnis saat berada di balik jeruji besi.

Dia diangkat sebagai perdana menteri oleh raja Malaysia setelah berhari-hari mengalami kebuntuan politik akibat pemilihan yang tidak meyakinkan.

Anwar lahir dalam keluarga politik pada Agustus 1947.

Ayahnya, Ibrahim Abdul Rahman, adalah mantan anggota parlemen dan ibunya, Che Yan Hussein, adalah seorang organisator politik di negara bagian utara Penang, yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Inggris.

Anwar ibrahim pada masa mudanya dikenal sebagai aktivis penghasut selama masa kuliahnya.

Anwar telah mengungkap kekagumannya pada pahlawan revolusioner Filipina Jose Rizal, menggambarkannya sebagai "pria renaisans Asia sejati".

Karier politik Anwar Ibrahim dimulai dengan gerakan pemuda Islam Malaysia, Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM).

Pada tahun 1982, ia direkrut ke dalam Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai yang saat itu tengah mendominasi politik Malaysia selama 60 tahun.

Bintangnya naik, sebagai politisi muda yang ramah ia menjadi menteri keuangan dan kemudian wakil perdana menteri pada awal 1990-an di bawah perdana menteri saat itu, Mahathir Mohamad.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved