Breaking News

Kisah Azka, Bocah Selamat Terkubur Reruntuhan 3 Hari saat Gempa Cianjur, Berbekal Feeling Ayah

Kisah Azka, bocah usia 10 tahun yang bernasib baik, selamat usai terkubur reruntuhan selama tiga hari pasca gempa Cianjur, berbekal feeling ayahnya.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Tangkap Layar YouTube tvOneNews
Kisah Azka, bocah usia 10 tahun yang bernasib baik, selamat usai terkubur reruntuhan selama tiga hari pasca gempa Cianjur, berbekal feeling ayahnya. 

Sementara itu korban luka-luka 2.046 orang, warga mengungsi 62.545 orang.

Kerugian materil juga masih terus dilakukan pendataan, laporan dari desa dan camat langsung ke posko utama.

“Total rumah rusak 56.311, rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit.

“Data ini akan diverifikasi dengan batasan yang sudah ada, ada Permen PUPR tentang spesifikasi kategori rumah rusak," kata Suharyanto.

Penanganan bencana masih akan terus dilakukan, untuk hari ini masih berfokus dalam pencarian dan penyelamatan korban.

Kepala BNPB itu menjelaskan, Selain melakukan SAR, pendistribusian logistik telah berjalan lebih baik.

“Para camat sudah ambil logistik kebutuhannya dan didistribusikan ke desa dan desa mendistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan," tutur Suharyanto.

Pihaknya menyampaikan, masyarakat yang keluarganya meninggal akibat gempa, dapat melengkapi surat sebagai syarat untuk mendapatkan santunan dari pemerintah.

"Yang anggota keluarganya meninggal, agar segera melengkapi surat pernyataan kematian yang dikeluarkan dari fasilitas kesehatan,” ungkap Suharyanto.

“Ini menyangkut bantuan dan santunan, salah satu syaratnya adalah surat tersebut," tambahnya.

Penanganan bencana adalah urusan bersama, banyak pihak terlibat dalam penanganan bencana gempa Cianjur ini.

"BNPB memegang  unsur komando tapi yang bergerak seluruh kementerian, lembaga, TNI/Polri dan relawan," tuturnya.

"Kami terus mendata unsur lain yang ikut serta dalam penanganan bencana, 333 organisasi dan 4.674 personil dari organisasi masyarakat, dunia usaha dan relawan terlibat, sudah dibagikan tugasnya masing-masing," imbuh Suharyanto.

Kepala BNPB itu menyampaikan, lokasi bencana bukan tempat wisata, sehingga jika tidak membantu penanganan diharap tidak datang.

"Kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, bencana bukan untuk dilihat, bukan tempat wisata, tapi sesuatu yang harus dipecahkan bersama,” ungkap Suharyanto.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved