Minggu, 19 April 2026

Berita Banda Aceh

Kasus Polio Ditemukan Lagi, Dinas Kesehatan Aceh Akan Imunisasi Massal Polio

dr Hanif mengingatkan bahwa untuk mencegah dan memutus rantai penularan polio di Aceh akan diadakan imunisasi massal polio dalam dua tahap.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
SERAMBI FM/ARDI
Dokter Anidar, Sp.A(K) (Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr. Hanif (Kepala Dinas Kesehatan Aceh), dan dr. Arika Aboebakar, Sp.OG(K) (Kepala Dinas Kesehatan Pidie) menjadi narasumber talkshow interaktif dengan tema "Update Penanganan KLB Polio Pidie" di Radio Serambi FM 90.2, Jumat (25/11/2022) petang. Talkshow ini dipandu Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Kasus polio kembali ditemukan di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Pidie, Aceh.

Kasus polio di Pidie merupakan kasus pertama setelah kasus terakhir Polio di Aceh ditemukan pada tahun 2006 silam, di Kabupaten Aceh Tenggara dengan satu kasus.

Kasus ini ditemukan pada pasien berusia 7 tahun 2 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif mengingatkan bahwa untuk mencegah dan memutus rantai penularan polio di Aceh akan diadakan imunisasi massal polio dalam dua tahap.

Tahap I dilaksanakan tanggal 28 November 2022 hanya untuk Kabupaten Pidie, mengingat di kabupaten ini sudah ditemukan empat kasus polio.

Satu kasus saja pun ditemukan, langsung dideklarasikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) polio.

Selanjutnya, imunisasi massal polio dilaksanakan di seluruh Aceh pada 5 Desember 2022.

Hanif berharap seluruh orang tua di Aceh mendukung program imunisasi ini bagi anak-anaknya di bawah usia 15 tahun untuk memberikan kekebalan dari kemungkinan terinfeksi virus polio.

"Polio hanya dapat dicegah dengan imunisasi, makanya vaksinasi polio itu sangat penting," ujar dr Hanif saat menjadi salah satu narasumber dalam talkshow radio di Studio Serambi FM, Jumat (25/11/2022) sore.

Selain dr Hanif, dua narasumber lainnya yang hadir dalam talkshow ini Kepala Dinas Kesehatan Pidie, dr Arika Aboebakar SpOG(K) dan dr Anidar SpA(K) selaku Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh.

Talkshow interaktif dengan tema "Update Penanganan KLB Polio Pidie" itu terselenggara atas kerja sama Dinkes Aceh dan Unicef Perwakilan Aceh serta Yayasan Darah untuk Aceh (YDUA) sebagai mitra pelaksana.

Hanif menegaskan, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan polio. Namun, penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada salah satu kaki penderitanya ini dapat dicegah.

Selain melalui imunisasi, pencegahan melalui sanitasi lingkungan yang baik juga sangat dianjurkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan polio.

Untuk itu, kata Hanif, sembari memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan, upaya sanitasi massal polio harus digencarkan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved