Breaking News:

Info Singkil

Lokan Badaruk Juara API Award 2022, Pj Bupati: Ini Membuktikan Aceh Singkil Banyak Potensi

Menurut Marthunis, kemenangan tersebut membuktikan bahwa Aceh Singkil mempunyai banyak potensi pariwisata, termasuk kuliner tradisional.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis, terima trofi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award, setelah Lokan Badaruk, kuliner khas Aceh Singkil, menjadi juara pertama. Trofi ini diserahkan Direktur Event API 2022 dari Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi, pada malam puncak API Award tahun 2022, di Gedung AAC Dayan Dawood, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Jumat (25/11/2022) malam. 

Menurut Marthunis, kemenangan tersebut membuktikan bahwa Aceh Singkil mempunyai banyak potensi pariwisata, termasuk kuliner tradisional.

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Makanan tradisional khas Kabupaten Aceh Singkil, Lokan Badaruk menjadi juara I Anugerah Pesona Indonesia (API) Award tahun 2022. 

Trofi kemenangan diterima Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Marthunis yang diserahkan Direktur Event API 2022 dari Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi, pada malam puncak API Award tahun 2022, di Gedung AAC Dayan Dawood, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Jumat (25/11/2022) malam.

Menurut Marthunis, kemenangan tersebut membuktikan bahwa Aceh Singkil mempunyai banyak potensi pariwisata, termasuk kuliner tradisional.

"Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung Lokan Badaruk, dari masyarakat, wartawan, siswa, dan ASN, sehingga mendapat dukungan terbanyak," kata Marthunis, Sabtu (26/11/2022).

Marthunis berharap tahun depan makin banyak lagi potensi wisata Aceh Singkil berpartisipasi dalam API. 

Baca juga: Lokan Badaruk, Kuliner Aceh Singkil Masuk Nominasi Anugerah API 2022, Ayo Dukung dengan Cara Ini

"Termasuk masing-masing desa dapat mendaftar, terutama desa wisata. Apalagi dalam regulasi dana desa, dapat dianggarkan untuk pengembangan desa wisata," tukasnya.

Lokan Badaruk menjadi juara dalam kategori makanan tradisional. Makanan tersebut berbahan baku lokan atau kerang yang diambil dari sungai. 

Berdasarkan kepercayaan masyarakat, lokan merupakan tempat buaya bersarang. Pasalnya di mana ada buaya, di lokasi itu banyak lokannya.

Oleh karena itu, pengambilan lokan kerap melibatkan pawang buaya. Warga juga percaya buaya tidak akan mengganggu, jika tidak diganggu. 

Apalagi sebagian masyarakat Aceh Singkil, ada yang memiliki marga sama dengan buaya. Atas kepercayaan itu, para pencari lokan menyebut buaya sebagai nenek.

Sementara itu pembuatan Lokan Badaruk dimulai dengan mengupas cangkang. Kemudian dicuci bersih. Setelah itu direbus, seterusnya digoreng kering plus bumbu. 

Rasa Lokan Badaruk renyah dan gurih. Tak mengherankan jika Lokan Badaruk laris manis di pasaran. (*)

Baca juga: Aceh Selatan Raih Juara dari Dua Nominasi di API Award 2022

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved