Breaking News:

Internasional

Thailand Gelar Pesta Monyet, Manusia dan Monyet Dapat Hidup Rukun

Festival Pesta Monyet tahunan digelar di Thailand tengah dengan menyediakan makanan khusus monyet pada Minggu (27/11/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Monyet menikmati buah-buahan selama Festival Pesta Monyet di Provinsi Lopburi, Thailand. Minggu (27/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, LOPBURI - Festival Pesta Monyet tahunan digelar di Thailand tengah dengan menyediakan makanan khusus monyet pada Minggu (27/11/2022).

Di tengah lalu lintas pagi, deretan patung monyet yang memegang nampan berjejer di luar kompleks Pagoda Tiga Kuno.

Sedangkan para sukarelawan menyiapkan makanan di seberang jalan untuk monyet asli, simbol Provinsi Lopburi, sekitar 150 kilometer utara Bangkok.

Kerumunan monyet berlarian, terkadang berkelahi satu sama lain, sementara kerumunan pengunjung dan penduduk setempat bertambah.

Saat pesta yang dipersiapkan dengan hati-hati dibawa ke kuil, makhluk-makhluk rakus itu mulai menerkam dan segera melahap sebagian besar makanan vegetarian.

Meskipun nilai hiburan festival ini tinggi, penyelenggara dengan cepat menunjukkan ini bukan sekadar urusan monyet.

Baca juga: Serangan Monyet Meningkat di Jepang, Sudah Lukai 42 Orang, Pemerintah Terpaksa Gunakan Senjata

“Festival pesta monyet ini merupakan acara sukses yang membantu mempromosikan pariwisata Lopburi di kalangan wisatawan internasional,” kata Yongyuth Kitwatanusont, pendiri festival tersebut.

“Sebelumnya, ada sekitar 300 monyet di Lopburi sebelum meningkat menjadi hampir 4.000 saat ini," tambahnya.

"Tapi Lopburi dikenal sebagai kota monyet, artinya monyet dan manusia bisa hidup rukun,” tambahnya.

Keharmonisan tersebut terlihat dari kurangnya rasa malu yang ditunjukkan oleh monyet yang naik ke pengunjung, kendaraan dan tiang lampu.

Kadang-kadang hewan-hewan yang ingin tahu itu melihat pesta yang berlimpah dan menaruh minat pada barang-barang lainnya.

“Ada seekor monyet di punggung saya saat saya mencoba mengambil selfie," ”kata Ayisha Bhatt, seorang guru bahasa Inggris dari California yang bekerja di Thailand.

Baca juga: Segerombolan Monyet Culik Bayi saat Menyusu di Rumah, Akhirnya Meninggal di Tangan Monyet

"Dia mengambil kacamata hitam dari wajah saya dan berlari ke atas tiang lampu dan mencoba memakannya," ujarnya.

Para penonton yang senang sebagian besar tidak terpengaruh oleh risiko pencurian kecil-kecilan, meskipun beberapa puas dengan berhati-hati.

“Kita harus berhati-hati dengan mereka, lebih baik biarkan mereka melakukannya," jelasnya.

"Tidak terlalu dekat lebih baik,” kata Carlos Rodway, seorang turis dari Cadiz, Spanyol, yang sebelumnya diperlakukan begitu saja saat dipanjat oleh seekor monyet.

Festival ini merupakan tradisi tahunan di Lopburi, ibu kota provinsi, dan diadakan sebagai cara untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada monyet karena telah mendatangkan pariwisata.

Tema tahun ini “monyet feeding monkeys”, penangkal tahun-tahun sebelumnya di mana partisipasi monyet menurun karena tingginya jumlah wisatawan yang mengintimidasi hewan tersebut.(*)

Baca juga: Wabah Cacar Monyet Jadi Perhatian Dunia, WHO: Seperti Covid-19 dan Polio

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved