Breaking News:

Berita Aceh Barat

WC & Tempat Wudhu Dayah di Aceh Barat Miring, Diduga Dibangun Asal-asal, Bantuan juga Dipotong Fee?

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE, dalam pandangan umum pada rapat paripurna DPRK, tentang pendapat dan belanja kabupaten

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE dari Fraksi PAN menyerahkan pandangan umum kepada Ketua DPRK, Samsi Barmi yang disaksikan Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi pada rapat paripurna, Senin (28/11/2022) di gedung DPRK Aceh Barat di Meulaboh 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE, dalam pandangan umum pada rapat paripurna DPRK, tentang pendapat dan belanja kabupaten, Senin (28/11/2022) di Gedung DPRK di Meulaboh.

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE, mengungkapkan adanya dugaan pengerjaan pembangunan MCK dan tempat wudhu di salah satu pesantren di Aceh Barat asal-asalan oleh rekanan. 

Tentu tujuannya untuk mendapatkan keuntungan dari proyek yang menggunakan APBK 2022 senilai Rp 500 juta itu. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE, dalam pandangan umum pada rapat paripurna DPRK, tentang pendapat dan belanja kabupaten, Senin (28/11/2022) di Gedung DPRK di Meulaboh.

Dalam program pemberdayaan dayah atau pesantren, salah satu bantuan bangunan MCK dan tempat wudhu di Pesantren Babul Hilmi, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, kondisinya sudah miring.

“Besar anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan MCK dan tempat wudhu mencapai Rp 500 juta, namun pihak rekanan diduga mengerjakannya asal-asalan, karena kondisinya saat ini sudah miring,” ungkap Ramli SE.

Ia menambahkan, bahwa fraksi PAN berharap agar dinas terkait khususnya Dinas Pemberdayaan Dayah Aceh Barat dapat memberikan sanksi tegas kepada kontraktor pelaksana yang telah membangunnya secara asal-asalan.

“Jangan sampai timbul kecurigaan masyarakat bahwa anggaran pembangunan balai pengajian tersebut sudah dicabut oleh pihak pemberi pekerjaan, sehingga kontraktor pelaksana tidak mampu memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

Dengan demikian tentunya berdampak buruk pada kualitas bangunannya,” ujarnya.

Fee Bantuan Dana Hibah Capai Rp 254 Juta

Ramli SE dari fraksi PAN juga mengungkapkan bahwa dalam hal bantuan dana hibah untuk pesantren dan dayah di Aceh Barat pada tahun anggaran 2022 dengan alokasi bantuan untuk masing-masing dayah sebesar Rp 40 juta rupiah.

Terkait hal tersebut pihaknya mendapatkan laporan di lapangan bahwa dari jumlah anggaran tersebut ada pemotongan sebesar Rp 5.200.000, yang diduga fee dari 49 pesantren penerima bantuan dana hibah tersebut.

Dikatakannya, hanya satu dayah yaitu di wilayah Kecamatan Samatiga yang tidak dilakukan pemotongan. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved