Piala Dunia 2022
Iran vs Amerika Serikat, Serang Balik
Pelatih Carlos Queiroz (69) menyusun rencana untuk memulangkan timnas Amerika Serikat dari Piala Dunia
Tim Melli biasa bertahan dengan menumpuk pemain di tengah lapangan, membatasi ruang, dan memotong jalur yang lewat.
Lawan Iran diberi banyak waktu untuk memilih umpan.
Tapi strategi itu bisa berbalik bunuh diri jika lawan bisa mengantisipasi seperti yang dilakukan Inggris saat menghukum Iran 6-2 dalam laga pembuka Senin (21/11/2022).
Namun, ketika Iran berada dalam kondisi terbaiknya, strategi serangan balik ala Queiroz ini bisa sangat menyengat.
Ini terlihat ketika mereka memukul Wales 2-0 pada laga kedua lalu.
Kehadiran Striker Bayer Leverkusen, Sardar Azmoun saat melawan Wales memberi tim Carlos Queiroz lebih banyak ancaman menyerang.
Penyerang berusia 27 tahun itu tampak solid, dan saling mengisi dengan sang ikon, Mehdi Taremi yang tak seperti laga pertama, kini punya tandem yang buas, dan bisa diandalkan.
Tapi mereka akan mendapatkan tekanan hebat dari tim AS.
Kendati belum meraup kemenangan, skuat asuhan Gregg Berhalter ini tampil menjanjikan ditopang pasukan muda yang energik, dan atletis.
Sepuluh pemain muda AS ini terbukti bisa menyulitkan tim Inggris dalam laga yang berakhir 0-0, Sabtu (26/11/2022).
Bahkan, andai tak membuang sejumlah peluang, mereka bisa meraih kemenangan pertama atas tim Tiga Singa sejak terakhir 1950 silam. (Tribunnews/den)
Baca juga: Kalah 2-0 dari Ghana di Piala Dunia 2022, Media Korea Kritik Keputusan ‘Aneh’ Wasit Anthony Taylor
Baca juga: Piala Dunia 2022 - Tiga Negara Sudah Dipastikan Melaju ke Babak 16 Besar, Korea Berharap Keajaiban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iran-vs-Amerika-Serikat-Serang-Balik.jpg)