Berita Aceh Besar

TKW yang Sakit di Malaysia Tiba di Aceh

Aida Yusliani, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sakit parah di Malaysia, Senin (28/11/2022), tiba di Aceh

Editor: bakri
SERAMBINEWS/Hendri
Aida Yusliani digiring dengan menggunakan kursi roda menuju ambulance di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (28/11/2022). 

BANDA ACEH - Aida Yusliani, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sakit parah di Malaysia, Senin (28/11/2022), tiba di Aceh.

Dengan menggunakan kursi roda, perempuan itu dibawa dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke RSUZA Banda Aceh.

Selain sakit, perempuan asal Dusun Geumbak Mealon, Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, itu juga didenda Rp 11 juta oleh pemerintah setempat karena tidak memiliki permit kerja.

Pemulangan Aida ke Aceh ditanggung sepenuhnya oleh Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali.

Sebelumnya, pada September lalu, dalam keterangan pada video yang diunggah, Aida mengaku kalau dirinya berada di rumah sakit dan mengalami kebas di seluruh tubuh, terutama anggota gerak selama dua tahun.

Aida juga menceritakan kondisi ekonominya dan keluarga.

Sehingga tidak memungkinkannya untuk pulang ke Aceh.

Ia berharap bantuan untuk bisa kembali ke kampung halaman.

Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, mengatakan, sudah sejak dua bulan lalu diurus kepulangannya.

Pada Minggu (27/11/2022), ia didampingi oleh Ketua Bireuen Bersatu Aceh Malaysia, Haikal dan Datok diterima langsung Wakil Dubes RI di Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, dirinya membicarakan proses pemulangan Aida kembali ke Aceh.

Baca juga: Kisah Pekerja Migran di Malaysia, TKW Aceh Utara Tujuh Tahun tak Pernah Terima Gaji

Baca juga: Kisah TKW di Arab Saudi, Dulu Tidur Sekamar dengan Majikan, Kini Sudah Menikah dan Bahagia

Kebab, Paspor Aida baru diperoleh dari Kedubes RI di Malaysia pada Minggu kemarin.

“Makannya dua bulan ini kita urus secara intens berkas milik Aida.

Dan baru kemarin diserahkan ke kita,” kata Iskandar kepada wartawan.

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, mengatakan, pihaknya merasa bersyukur masyarakat Aceh Besar yang masih memiliki rasa keprihatinan dan kekeluargaan yang cukup kuat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved