Internasional
Ukraina Tahan Pejabat Kherson, Dituduh Sebagai Pengkhianat, Membantu Rusia
Pasukan Ukraina menahan seorang Wakil Kepala Dewan Kota Kherson yang baru dibebaskan.
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pasukan Ukraina menahan seorang Wakil Kepala Dewan Kota Kherson yang baru dibebaskan.
Dia dicurigai membantu dan bersekongkol dengan pasukan Rusia yang merebut kota itu pada Maret 2022, kata jaksa Ukraina.
Pejabat Kherson, yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan itu, bekerja sama dengan otoritas pendudukan dan membantu berfungsinya layanan publik di bawah Rusia, katanya.
Pejabat itu, yang tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, terancam hukuman 12 tahun penjara jika terbukti bersalah, seperti dilansir AP, Rabu (30/11/2022).
Pejabat itu ditahan, tetapi bisa membayar jaminan, kata jaksa penuntut.
Ukraina memproklamirkan pembebasan Kherson pada 11 November 2022.
Baca juga: Warga Kherson Takut Serangan Udara Rusia, Pilih Kabur ke Wilayah Lain
Setelah pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina menarik diri dari kota di selatan negara itu dan menyeberang ke Sungai Dnipro.
Penarikan itu mengakhiri lebih dari delapan bulan pendudukan Rusia di Kherson.
Dimana, menampung hampir 300.000 orang sebelum perang, tetapi pasukan Rusia sekarang sering menembaki kota itu dari seberang Dnipro.
Ukraina menghadapi tantangan memulihkan ketertiban di Kherson.
Puluhan ribu penduduk telah melarikan diri akibat listrik dan kebutuhan dasar tidak tersedia.
Pasukan keamanan Ukraina terus memburu kemungkinan kolaborator dan tentara Rusia yang menyamar.
Baca juga: Penduduk Kherson, Dari Anak-Anak, Wanita Sampai Orang Lanjut Usia Diminta Pindah
Ukraina memiliki undang-undang yang mengkriminalisasi tindakan kolaborasi.
Tetapi pejabat dewan kota Kherson dicurigai melakukan kejahatan yang sedikit berbeda yaitu membantu negara agresor secara paksa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Kherson-Temui-Presiden-Ukraina.jpg)