Breaking News:

Internasional

Warga Kherson Takut Serangan Udara Rusia, Pilih Kabur ke Wilayah Lain

Pejabat tinggi PBB di Ukraina mengatakan warga sipil, banyak dari mereka menyesali kondisi yang tidak dapat ditinggali lagi.

Editor: M Nur Pakar
AFP/BULENT KILIC
Seorang wanita Ukraina duduk di dalam mobil bersama keluarganya tiba di Zaporizhzhia setelah berhasil melarikan diri dari Kota Kherson yang diduduki Rusia, Sabtu (5/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KHERSON - Pejabat tinggi PBB di Ukraina mengatakan warga sipil, banyak dari mereka menyesali kondisi yang tidak dapat ditinggali lagi.

Bahkan, mereka takut akan lebih banyak serangan Rusia, sehingga berhamburan keluar dari Kherson pada Minggu (27/11/2022).

“Tingkat kehancuran, ruang lingkup kehancuran, apa yang diperlukan di kota dan di Oblast sangat masif,” kata koordinator penduduk PBB Denise Brown, mengacu pada wilayah tersebut.

Tim PBB mengangkut persediaan seperti makanan, air, bahan tempat berlindung, obat-obatan, serta selimut dan kasur, katanya.

“Waktu sangat penting, tentu saja, sebelum menjadi malapetaka mutlak,” kata Brown kepada The Associated Press di Kherson, Senin (28/11/2022).

Galina Lugova, kepala administrasi militer kota, mengatakan kereta evakuasi telah disiapkan.

Baca juga: Penduduk Kherson, Dari Anak-Anak, Wanita Sampai Orang Lanjut Usia Diminta Pindah

Bahkan, tempat perlindungan bom didirikan di semua distrik kota dengan kompor, tempat tidur, kotak P3K, dan alat pemadam kebakaran.

“Kami sedang mempersiapkan musim dingin dalam kondisi sulit, tetapi kami akan melakukan segalanya untuk membuat orang aman,” kata Lugova.

Kekhawatiran terbesarnya, katanya, penembakan yang meningkat setiap hari.

"Penembakan, penembakan dan penembakan lagi," ujarnya meruju ke pasukan Rusia.

Di jalan-jalan keluar kota, beberapa warga merasa tidak punya pilihan selain pergi.

“Sehari sebelum kemarin, artileri menghantam rumah kami, empat flat terbakar dan kaca jendela pecah,” kata Vitaliy Nadochiy.

Baca juga: Penduduk Kota Kherson Sambut Tentara Ukraina Dengan Bunga dan Pelukan

Dia mengemudi mobil dengan anjing terrier di pangkuannya dan bendera Ukraina berkibar sebagai pelindung.

“Kami tidak bisa berada di sana," ujarnya,

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved