Breaking News:

Internasional

Pasukan Israel Serang Kota Jenin, Tembak Mati Komandan Jihad Islam dan Seorang Pemuda Palestina

Pasukan Israel kembali melakukan serangan militer ke kawasan pejuang Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat pada Kamis (1/12/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Jaafar ASHTIYEH
Warga Palestina membawa jenazah Naim Jamal Zubaidi (27) dan Muhammad Ayman Al-Saadi (26) jelang dimakamkan di Kota Jenin, Tepi Barat, Palestina, Kamis (1/12/2022) 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pasukan Israel kembali melakukan serangan militer ke kawasan pejuang Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat pada Kamis (1/12/2022).

Operasi militer itu menewaskan dua warga Palestina tewas, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Media Israel melaporkan dua orang yang tewas termasuk komandan kelompok Jihad Islam.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi kedua korban bernama Naeem Jamal Zubaidi (27) yang merupakan salah seorang komandan kelompok Jihad Islam.

Korban kedua bernama Mohammad Ayman Saadi (26) tetapi tidak mengkonfirmasi identitasnya yang diduga seorang pemuda Palestina, seperti dilansir AP, Kamis (1/12/2022).

Menurut laporan, militer sedang melakukan penggerebekan penangkapan di kota Jenin dan disambut dengan tembakan.

Baca juga: Kelompok Brigade Jenin Tahan Jasad Remaja Yahudi, Minta Israel Tukar Dengan Jasad Warga Palestina

Pasukan Israel langsung menanggapi dengan membunuh kedua pria itu.

Tetapi, militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Militer Israel telah melakukan serangan penangkapan selama berbulan-bulan di Tepi Barat.

Hal itu dipicu oleh serentetan serangan Palestina terhadap Israel pada musim semi yang menewaskan 19 orang.

Israel mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk membongkar jaringan militan dan menggagalkan serangan di masa depan.

Tetapi Palestina mengatakan aan mempertahankan pendudukan terbuka Israel dan merusak pasukan keamanan mereka sendiri.

Baca juga: Pasukan Israel Gelar Operasi Militer di Jenin, Satu Pejuang Palestina Tewas

Penggerebekan itu telah meningkatkan ketegangan antara Israel dan Palestina, memicu gelombang serangan Palestina lainnya dalam beberapa pekan terakhir yang telah menewaskan delapan orang lagi.

Lebih dari 130 warga Palestina tewas tahun ini, menjadikan tahun 2022 sebagai tahun paling mematikan sejak 2006.

Militer Israel mengatakan banyak dari mereka yang tewas adalah militan, tetapi pemuda setempat yang memprotes serangan tersebut serta orang lain yang tidak terlibat dalam kekerasan juga tewas.

Israel merebut Tepi Barat, bersama dengan Jerusalem Timur dan Jalur Gaza dalam perang Timur Tengah 1967.

Orang-orang Palestina menginginkan wilayah-wilayah itu untuk negara masa depan yang mereka harapkan.
Pembicaraan damai yang substantif terakhir diadakan lebih dari satu dekade yang lalu.

Saat ini, Israel menuju apa yang kemungkinan besar akan menjadi pemerintahan sayap kanannya, tampaknya tidak ada prospek untuk solusi yang dinegosiasikan dalam waktu dekat ini.(*)

Baca juga: Direktur UNRWA Kunjungi Kamp Pengungsi Jenin, Ketakutan Terpancar di Mata Anak-Anak Palestina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved