Breaking News:

Internasional

Utusan Khusus PBB Serukan Turkiye Batalkan Serangan Darat ke Suriah, Atau Perang Makin Meluas

Utusan khusus PBB untuk Suriah minta Turkiye dan Kurdi menurunkan ketegangan agar konflik tidak meluas.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Utusan khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Utusan khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen minta Turkiye dan Kurdi menurunkan ketegangan agar konflik tidak meluas.

Dia memperingatkan eskalasi militer Turkiye di Suriah berbahaya bagi warga sipil dan stabilitas regional.

Dia mendesak pasukan pimpinan Turkiye dan Kurdi di utara untuk segera menurunkan eskalasi dan memulihkan ketenangan yang telah mendominasi selama tiga tahun terakhir ini.

Geir Pedersen mengatakan kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, seruan untuk pengurangan ketegangan juga berlaku untuk wilayah lain di Suriah.

Dilansir AP, Kamis (1/12/2022), dia menunjuk pada peningkatan pelanggaran gencatan senjata di kubu terakhir yang dikuasai pemberontak di barat laut Idlib.

Kemudian, serangan udara yang dikaitkan dengan Israel di Damaskus, Homs, Hama dan Latakia.

Serta serangan udara yang dilaporkan di perbatasan Suriah-Irak dan insiden keamanan dan bentrokan militer baru di selatan.

Baca juga: AS Minta Turkiye Batalkan Serangan Darat ke Suriah, Dapat Membahayakan Perang Menumpas ISIS

Di barat laut Idlib, katanya, serangan udara pemerintah telah membunuh dan melukai warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran selama hampir 12 tahun perang dan sekarang tinggal di kamp-kamp.

Dia mengatakan serangan itu menghancurkan tenda dan menelantarkan ratusan anggota keluarga.

Kelompok Hayat Tahrir Al-Sham yang terkait Al-Qaeda, kelompok militan paling kuat di Idlib, dilaporkan menyerang pasukan pemerintah dan daerah yang dikuasai pemerintah dengan korban sipil, tambahnya.

Namun Pedersen mengatakan kekhawatiran utamanya peningkatan serangan timbal balik antara Pasukan Demokrat Suriah, pasukan Kurdi yang didukung AS di Suriah.

Termasuk Turkiye serta kelompok oposisi bersenjata di seluruh Suriah utara, dengan kekerasan bisa meluas ke wilayah Turkiye.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji untuk memerintahkan invasi darat ke Suriah utara yang menargetkan kelompok-kelompok Kurdi menyusul ledakan 3 November 2022 di Istanbul.

Baca juga: Turkiye Segera Melakukan Serangan Darat Besar-Besaran ke Suriah Utara, Tumpas Kurdi Dukungan AS

Kelompok Kurdi membantah terlibat dalam pengeboman itu dan mengatakan serangan Turki telah membunuh warga sipil dan mengancam perang melawan kelompok ISIS.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved