Sosok Yusuf Martak jadi Penanggung Jawab Reuni 212, Ketua Umum GNPF Ulama dan Eks Bendahara MUI
Dirinya sebelumnya juga sudah mondar-mandir di media, bukan lagi soal gerakan 212, namun juga dalam kegiatan politik.
Lantas di Pilgub DKI Jakarta 2017 dirinya muncul bersama GNPF Ulama menggaungkan gerakan perlawanan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017, yang dianggap menistakan agama.
Mereka kemudian mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang akhirnya menjadi Pilgub DKI Jakarta.
Lantas pada Pilpres 2019 GNPF Ulama di bawah komando Yusuf Martak dan kawan-kawan memberikan dukungan terhadap Prabowo Subianto.
Sebelumnya pada tahun 2018 Ketua GNPF Ulama, Ustadz Yusuf Martak turut hadir dalam konsolidasi nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Konsolidasi nasional ini diikuti Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), Tim Pemenangan Pemilu Pusat dan Wilayah, seluruh Caleg PKS DPR RI, kepala daerah dari PKS hingga tim pemenangan di masing-masing daerah pemilihan.
Penanggung Jawab Reuni 212 Yusuf Martak Ungkap Alasan Tidak Undang Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak diudang dalam reuni 212 tahun 2022 yang diadakan di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Reuni 212 digelar pada Jumat (2/12/2022) yang mengusung tema Munajat Akbar dan Indonesia Berselawat untuk Keselamatan NKRI dan akan berfokus pada kegiatan doa bersama serta bermunajat.
Penanggungjawab reuni 212, Yusuf Martak mengatakan, pihaknya hanya mengundang tokoh agama dan ulama dalam acara tersebut.
Panitia acara tidak mengundang tokoh yang berkaitan dengan politik, termasuk Anies Baswedan yang diketahui sebelumnya sempat beberapa kali menghadiri acar reuni 212 tersebut.
"Anies Baswedan enggak kami undang, Anies Baswedan kan enggak mungkin baca doa, jadi enggak kami undang. Karena kami enggak mengundang orang-orang yang (ada) kaitannya dengan politik," ujar Yusuf dalam keterangannya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (1/12/2022).
Selain itu, alasan lain tidak mengundang tokoh yang berkaitan dengan politik karena panitia acara tidak mau jika reuni 212 dijadikan ajang berpolitik oleh para politisi.
"(Tokoh) politik praktis kami tidak undang, yang kami undang itu tokoh ulama, habib, ustaz, kiai, gitu," kata Yusuf.
Baca juga: Prediksi Ghana vs Uruguay Pukul 22.00 WIB Piala Dunia 2022: Luis Suarez Bakal Jadi Pahlawan Lagi?
Baca juga: Malam Ini Anies Baswedan Nobar Piala Dunia di Warkop Lamlagang, Dukung Siapa?
Baca juga: Profil Ferry Mursyidan Baldan, Bapak Ibunya Orang Aceh, Baldan Nyak Opin Arif dan Syarifah Fatimah
Tribunnews.com: Profil Yusuf Martak jadi Penanggung Jawab Reuni 212: Ketua Umum GNPF Ulama, Eks Bendahara MUI