Internasional
Baru Saja Jaringan Listrik di Ukraina Diperbaiki, Kembali Hancur Terkena Serangan Udara Rusia
Petugas Ukraina terus berupaya memperbaiki jaringan listrik yang hancur terkena serangan udara Rusia.
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Petugas Ukraina terus berupaya memperbaiki jaringan listrik yang hancur terkena serangan udara Rusia.
Tetapi, belum sempat diperbaiki sepenuhnya, kembali terkena rudal Rusia.
Pemerintah Ukraina pada Selasa (6/12/2022) langsung memperingatkan akan ada pemadaman darurat sekali lagi di beberapa daerah.
Dilaporkan, petugas tetap berupaya memperbaiki kerusakan akibat serangan rudal yang juga menghancurkan rumah dan mematikan listrik.
Sedangkan Moskow menuduh Kiev mulai menyerang jarak jauh di dalam Rusia dengan drone ataub pesawat tak berawak bersenjata.
Rentetan rudal Rusia yang baru diantisipasi di Ukraina selama berhari-hari terjadi tepat saat pemadaman darurat akan berakhir, dengan kerusakan sebelumnya diperbaiki.
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Jadi Berkah Bagi Maroko, Berubah Menjadi Produsen Pupuk Dunia
Serangan itu, yang membuat sebagian Ukraina kembali ke kegelapan yang membekukan dengan suhu di bawah nol Celcius.
Itu menjadi serangan terbaru dalam beberapa minggu yang menghantam infrastruktur penting dan memutus panas dan air bagi banyak warga Ukraina.
Setidaknya empat orang tewas, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dia mengklaim sebagian besar dari sekitar 70 rudal berhasil ditembak jatuh.
“Di banyak daerah, harus ada pemadaman darurat,” katanya dalam pidato video pada Senin (5/12/2022) malam.
"Kami akan melakukan segalanya untuk memulihkan stabilitas," tambahnya.
Moskow telah menyerang infrastruktur energi Ukraina setiap minggu sejak awal Oktober 2022 seusai mundur di beberapa medan pertempuran.
Baca juga: Perang Ukraina Picu Permintaan Persenjataan Melonjak, 100 Perusahaan Senjata Raup Rp 9.222 Triliun
Sementara itu, di wilayah Zaporizhzhia, setidaknya dua orang tewas dan beberapa rumah hancur terkena serangan rudal Rusia, kata wakil kepala kantor kepresidenan, Kyrylo Tymoshenko.
Video Reuters menunjukkan dua mayat ditutupi selimut tergeletak di samping mobil yang rusak di desa
Novosofiivka, sekitar 25 km sebelah timur kota selatan Zaporizhzhia.
“Kedua tetangga saya tewas,” kata Olha Troshyna (62).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Ukraina-Cari-Kayu-Bakar.jpg)