Breaking News

Beita Banda Aceh

11 Pendamping Lapangan POP dari Aceh Paparkan Hasil Evaluasi Sekolah Penggerak di Kemdikburistek

Sebanyak dua pengawas pendamping dan 9 pendamping lapangan mengikuti evaluasi kegiatan di Jakarta.

Editor: M Nur Pakar
Foro: Serambinws.com
11 Peserta Evaluasi Sekolah Penggerak dari Aceh berpose bersama seusai mengikuti kegiatan evaluasi oleh Kemendikbudristek di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (7/12/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak dua pengawas pendamping dan 9 pendamping lapangan memaparkan hasil sekolah penggerak di Aceh dalam rapat evaluasi kegiatan di Jakarta.

Kegiatan dilaksanakan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menyempurnakan Program Organisasi Penggerak (POP).

Proses evaluasi lanjutan melibatkan pakar pendidikan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara, termasuk dari Aceh.

Kegiatan evaluasi POP itu yang dibuka oleh Koordinator Pokja Edi Tejo dari Kemdikbudristek di Hotel Millenium, Jakarta pada Sabtu (4/12/2022) dan berlangsung sampai Rabu (7/12/2022).

Adapun peserta dari Aceh masing-masing 2 pengawas pendamping lapangan dan 9 pendamping lapangan.

Salah seorang peserta dari Aceh, Mukhlis pengawas lapangan dari Aceh Barat kepada sSerambinews.com, Rabu (7/12/2022) mengatakan POP ini sebagai sebuah program untuk mendorong hadirnya sekolah penggerak.

Baca juga: Kemendikbud Pidie Jaya Gelar Lokakarya Sekolah Penggerak

Dimana, akan melibatkan peran serta organisasi masyarakat di bidang pendidikan.

"Fokus utama peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan, sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa berbasis paradigma baru pendidikan Indonesia" katanya.

Dikatakan, oganisasi yang berpartisipasi dapat menerima dukungan pemerintah untuk mentrasformasi sekolah menjadi sekolah penggerak.

"Pada tahun 2020-2022, POP memiliki sasaran peningkatan meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP," sebutnya.

Mukhlis menjelaskan, skema POP meliputi yaitu, tahap seleksi, dimana calon organisasi penggerak akan mengirimkan proposal yang kemudian akan dievaluasi.

"Evaluasi meliputi rekam jejak organisasi, potensi dampak dan efektivitas biaya," jelasnya.

Baca juga: Puluhan Kepala Sekolah di Aceh Utara Ikut Pelatihan Persiapan Sekolah Penggerak 

"Tim evaluasi dari kalangan independen dan berintegritas tinggi," ucapnya.

Organisasi yang terpilih menyelenggarakan program pelatihan pilot selama ltiga tahun ajaran, Agustus 2020 sampai Juni 2023 dan Kemendikbud akan melakukan pemantauan dan evaluasi.

Selanjutnya, integrasi, pada tahap integrasi model dan praktik baik dengan performa terbaik akan diidentifikasi untuk selanjutnya diintegrasikan dengan program transformasi guru Kemendikbud.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved