Jumat, 15 Mei 2026

Internasional

China Mulai Melonggarkan Pembatasan Covid-19, Kampus Masih Ditutup, Mahasiswa Langsung Protes

Para mahasiswa memprotes penguncian di sebuah universitas di China timur, padahal pemerintah sudah melonggarkan pembatasan Covid-19.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP TV / AFP
Para mahasiswa ikut memprotes kebijakan nol-Covid China di Universitas Tsinghua di Beijing pada Minggu (27/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BEJING - Para mahasiswa memprotes penguncian di sebuah universitas di China timur, padahal pemerintah sudah melonggarkan pembatasan Covid-19.

Mereka langsung meluapkan kemarahan karena sejumlah besar orang di seluruh negeri masih menghadapi pembatasan

Beberapa kota di China telah mulai secara tentatif membatalkan pengujian massal dan membatasi pergerakan menyusul demonstrasi anti-lockdown nasional minggu lalu.

Tetapi analis di perusahaan Jepang, Nomura pada Senin (5/12/2022) melaporkan 53 kota, rumah bagi hampir sepertiga populasi China masih diberlakukan pembatasan.

Aparat keamanan China yang besar telah bergerak cepat untuk meredam aksi demonstrasi dengan mengerahkan banyak polisi sambil meningkatkan sensor dan pengawasan online.

Video yang dipublikasikan di media sosial pada Selasa (6/12/2022) dan digeolokasikan oleh AFP menunjukkan kerumunan mahasiswa di Nanjing Tech University pada Senin (5/12/2022) malam.

Baca juga: Polisi China Bertindak Keras, Demonstran Dikepung dan Diseret ke Mobil Van

Mereka meneriakkan tuntutan untuk meninggalkan kampus.

"Kekuatan Anda diberikan kepada Anda oleh mahasiswa, bukan oleh Anda sendiri," terdengar satu orang berteriak dalam rekaman itu.

“Layani para mahasiswa dengan baik!” teriak merka.

Seorang mahasiswa tahun ketiga yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan protes tersebut terjadi, sehari setelah pihak universitas mengumumkan akan menutup kampus selama lima hari karena ada satu kasus Covid-19.

Universitas-universitas Cina telah membatasi pergerakan selama berbulan-bulan, dengan banyak yang mengharuskan mahasiswa mengajukan izin meninggalkan kampus dan melarang pengunjung.

Mahasiswa Nanjing Tech itu kepada AFP mengatakan rekan-rekannya tidak senang dengan komunikasi yang buruk dari universitas dan khawatir akan dilarang pulang untuk liburan musim dingin.

Baca juga: Aksi Protes Penguncian Warga China Terus Meluas, Tuntut Presiden Xi Jinping Mundur

Dalam rekaman tersebut, massa terlihat berdebat dengan perwakilan universitas dan berteriak agar para pemimpin universitas mundur.

"Jika Anda menyentuh kami, Anda akan menjadi Foxconn kedua!" teriak seorang pemrotes.

Hal itu mengacu pada demonstrasi kekerasan bulan lalu di China tengah di sebuah pabrik yang dijalankan oleh raksasa teknologi Taiwan yang memasok Apple.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved