Breaking News:

Internasional

Arab Saudi AKan Menjadi Pusat Industri China, Hubungan Kedua Negara Semakin Erat dan Kuat

Hussain Al-Shammari, Direktur Media Internasional Kementerian Media mengklaim Arab Saudi akan segera menjadi pusat industri China.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Presiden China Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed Bin Salman melakukan pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (8/12/2022) 

 SERAMBINEWS.COM, RIYADH -  Hussain Al-Shammari, Direktur Media Internasional Kementerian Media mengklaim Arab Saudi akan segera menjadi pusat industri China.

“Hari ini mereka akan membuka pusat regional untuk semua pabrik China di Arab Saudi yang menjadikan Arab Saudi sebagai pusat industri untuk China," ujarnya.

"Jalur Sutra Tiongkok akan dilayani dengan Visi Saudi. Kedua negara tertarik untuk memperkuat hubungan ini dan kami akan mendapat manfaat, baik China maupun Arab Saudi, dari kunjungan ini," katanya.

Dia menambahkan kunjungan kedua presiden Tiongkok ini sangat penting.

"Kami menandatangani kontrak SR110 miliar," jelasnya.

"Kami menandatangani lebih dari 20 perjanjian dan ini menjadi kesepakatan dekade ini untuk kedua negara,” tambahnya, seperti dilansir Arab News, Jumat (9/12/2022).

Al-Shammari menyoroti pentingnya kunjungan presiden China ke Kerajaan dan tujuan yang selaras dari Saudi Vision 2030 dan Belt and Road Initiative China.

“Perjanjian penting ini akan memenuhi kedua tujuan Visi Saudi 2030 dan juga akan memenuhi tujuan China,” kata Al-Shammari.

Baca juga: Arab Saudi Telah Menjadi Mitra Dagang Penting Swedia di Timur Tengah dan No 1 di Skandinavia

Dia menambahkan China membutuhkan kesinambungan energi dan minyak untuk ekonomi mereka.

"Kami penting bagi China dan China juga penting bagi kami," tegasnya.

“Hubungan bilateral Arab Saudi-Tiongkok sangat kuat, Tiongkok menjadi mitra komersial terbesar Arab Saudi dengan interaksi $67 miliar setiap tahun," ujarnya.

"Kedua kepemimpinan berharap mengembangkan hubungan ini lebih jauh lagi,” harapnya.

Karena China sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia dan Arab Saudi sedang mencapai tujuan Visi 2030, diperlukan transfer teknologi baru, kata Al-Shammari.

“KTT ini datang pada waktu yang penting bagi kedua negara untuk lebih memperkuat hubungan bilateral ini,” tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved