Breaking News:

Advertorial

Jejak Seni Rupa di Aceh, Menyesuaikan dengan Nilai Keislaman

aat ini Seni Rupa yang berkembang di Aceh antaralain seni arsitektur, seni ukir, dan seni dalam membuat sulaman, anyaman, keramik, kopiah maukutop

Editor: IKL
For serambinews.com
Nurlaila Hamjah, S. Sos. MM, Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh merupakan daerah yang kaya dengan ragam seni dan budaya. Seni dan budaya berkembang dalam setiap lini kehidupan masyarakat Aceh yang mayoritas muslim, karena kesenian pada dasarnya adalah cermin dari kehidupan masyarakat yang menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, penghidupan dan keyakinan.

Salah satu kesenian yang berkembang di Aceh yaitu seni rupa. Kesenian ini merupakan hasil olahan konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Unsur-unsur seni rupa yang membuat karya menjadi estetis dapat dilihat dari warna, titik, garis, bidang, bentuk, unsur tekstur dan ruang.

Seni rupa juga dapat dilihat dari segi fungsinya yang dibedakan menjadi dua yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Terdapat berbagai macam bidang seni rupa seperti; seni rupa murni, seni rupa terapan dan desain.

Seni rupa di Aceh mengalami perkembangan yang demikian pesat saat ini. Aceh memiliki kekhasan dengan unsur Islami, walaupun di daerah Aceh pernah juga berkembang kebudayaan Hindu yang dibawa oleh para pedagang, namun saat ini pengaruh Hindu tidak lagi hadir dalam perkembangan seni rupa di Aceh, seperti dilarang membuat patung atau gambar makhluk yang bernyawa dalam bentuk manusia ataupun hewan.

Saat ini Seni Rupa yang berkembang di Aceh antaralain seni arsitektur, seni ukir, dan seni dalam membuat sulaman, anyaman, keramik, kopiah maukutop dan rencong, seni pahat serta seni lukis. Khusus seni lukis perkembangannya terus meningkat dari masa lampau hingga sekarang.

Perkembangan seni rupa di Aceh tidak lepas dari peran para seniman, akademisi dan dukungan dari pemerintah Aceh.

Terdapat berbagai kegiatan terkait dengan pengembangan kreatifitas dalam bidang seni rupa yang diselenggarakan dalam berbagai kegiatan/event seperti pameran, seminar dan workshop, sehingga para seniman dan akademisi semakin termotivasi dan bersinergi dalam memajukan kesenian di daerah Aceh.

Perkembangan seni rupa juga mendorong perekonomian masyarakat, dengan diadakannya pelatihan-pelatihan untuk kalangan masyarakat seperti pelatihan membuat anyaman, rencong dan lain-lain. Hal ini menjadi salah satu mata pencaharian bagi masyarakat Aceh, masyarakat dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang dapat diperjual belikan.

Saat ini juga dapat dilihat berbagai lukisan mural untuk memperindah tatanan kota dengan lukisan yang mengandung unsur budaya Aceh di beberapa wilayah seperti Banda Aceh, Takengon dan daerah-daerah lain sebagai salah satu wujud perkembangan seni rupa di Aceh.

Kabid Seni dan Bahasa Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah mengatakan, Disbudpar kembali menyelenggarakan pelatihan kesenian cabang seni rupa dengan tujuan untuk mengangkat kembali dan melakukan penguatan identitas Aceh melalui karya seni rupa sebagai bentuk pelestarian aktivitas seni budaya yang ada di Aceh.

Target lainnya, untuk mengeksplore berbagai kekayaan seni melalui kreatifitas perupa yang diterjemahkan ke dalam karya yang pada akhirnya dapat menunjang perekonomian insan seni tersebut.

"Jadi ada dua sisi yang menjadi tujuan pelatihan yaitu menjaga dan melestarikan seni serta melakukan pengembangan terhadap seni itu sendiri," ujarnya. (Adv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved