Pernikahanan Kaesang dan Erina Gudono
Presiden Jokowi Pasang Bleketape di Depan Rumah, Ini Makna dan Filosofinya dalam Adat Jawa
Tradisi masyarakat Jawa ini dibuka dengan pemasangan bleketape (daun kelapa yang dianyam), yang dipasang diatas pintu masuk rumah pribadi.
Seluruh anggota keluarga presiden Jokowi termasuk Gibran Rakabuming Raka dan para tamu masuk ke dalam rumah untuk melakukan prosesi penyiraman.
Sebelum prosesi siraman, di dalam kediaman Jokowi melakukan prosesi Sungkeman, Penerimaan dan Pencampuran Air, baru dilanjutkan dengan prosesi Siraman Calon Pengantin Putra yaitu Kaesang.
Kaesang diguyur beberapa kali dengan 7 sumber mata air dari Keraton Kasunanan, Keraton Mangkunegaran, Majid Agung Surakarta, Umbul Pengging, Istana Merdeka, Istana Bogor dan Kediaman Solo.
Baca juga: Gentengnya Jan Ethes, Cucu Pertama Jokowi Tertangkap Kamera di Pengajian Jelang Nikah Kaesang-Erina
Makna Prosesi Bleketape
Bagi masyarakat awam pastinya bertanya-tanya tentang Bleketape itu.
Bleketape sendiri merupakan subuah anyaman yang terbuat dari daun pohon kelapa yang masih hijau, biasanya bleketape memiliki ukuran 50 cm X 200 cm.
Bleketape nantinya akan dipasang di janur kuning yang mengelilingi area pernikahan.
Hal ini adalah merupakan bentuk perwujudan suatu tempat penyucian di kahyangan para dewa yang di namakan Bale Ketapi. Berikut ulasan filosofi dari bleketape.
1.Sebagai ritual menyucikan diri
Bleketape ini sebagi simbol penyucian diri.
Ketika Bleketape dipasang, tamu yang datang ketempat pernikahan diarahkan dalam keadaan bersih secara lahir dan batin,agar tamu yang datang bisa memancarkan sinar harapan kepada pengantin dan keluarga.
2. Penyucian lokasi
Bleketape kih dapat membantu menyucikan lokasi area pernikahan, pastinya acara pernikahan berjalan lancar dan terbebas dari hal-hal buruk.
3. Menolak bala
Ritual bleketepe yang dilakukan oleh orang jawa juga dapat menghindarkan calon pengantin dan keluarga dari segala marabahaya dan niat jaha, baikyang kelihatan maupun tidak.