Breaking News:

Jalan Jantho Lamno

Proyek Jalan Jantho-Lamno Butuh Anggaran Rp 66 M Lagi Agar Bisa Dipakai, Diusul dalam RAPBA-P 2023

Untuk penyelesaian pekerjaan ruas jalan Jantho-perbatasan Aceh Jaya, pada tahun 2021 lalu, Dinas PUPR Aceh, mengontrakkan pekerjaannya dengan sistem M

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek, Kepala BPKA, Azhari, Kepala Biro Pembangunan, Robby Irza, melihat lokasi badan jalan perbatasan Aceh Besar dan Lamno sepanjang 6,2 Km yang belum diaspal, Kamis (8/12/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Bappeda Aceh H T Ahmad Dadek menyatakan untuk memfungsionalkan jalan tembus lintas tengah ruas Jantho-Lamno sepanjang 65,5 Km masih dibutuhkan tambahan anggaran senilai Rp 66 miliar lagi pada tahun 2023 mendatang.

"Tambahan anggaran itu, untuk pembangunan 2 unit jembatan dan pengaspalan badan jalan sepanjang 6,2 Km lagi, dari perbatasan Aceh Besar ke Lamno, “ kata H T Ahmad Dadek, didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Azhari dan Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh, Robby Irza kepada Serambinews.com, di lokasi perbatasan lintas Jantho-Lamno, Kamis (8/12/2022).

Dadek mengatakan, tujuan kunjungan kerjanya bersama Kepala BPKA, Azhari dan Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh, Robby Irza, untuk melihat langsung realisasi fisik proyek jalan Jantho-perbatasan Aceh Jaya, di lapangan menjelang berakhir masa kontrak (Multi Years Contrac/ MYC) proyek tersebut pada tanggal 20 Desember 2022 mendatang.

Bukit Dipangkas, Kini Jalan Lamno-Jantho sudah Bisa Dilintasi Mobil

Untuk penyelesaian pekerjaan ruas jalan Jantho-perbatasan Aceh Jaya, pada tahun 2021 lalu, Dinas PUPR Aceh, mengontrakkan pekerjaannya dengan sistem MYC (2021 – 2022) senilai Rp 141,9 miliar.

Pada tanggal 20 Desember 2022 mendatang, kontrak MYC nya akan berakhir dan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, memerintahkan kepada Kepala Bappeda Aceh, BPKA dan Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh, untuk mengecek ke lapangan semua proyek yang dikontrak melalui MYC, yang akan berakhir pada tahun 2022 ini, apakah pekerjaannya sudah tuntas 100 persen dan bisa fungsional.

Kalau masih ada paket proyek MYC yang belum bisa fungsional, kata Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, berapa lagi tambahan anggaran yang diperlukan untuk memfungsionalkannya.

“Masyarakat sudah menunggu paket-paket proyek infrastruktur dan rumah sakit regional, serta lainnya yang pekerjaannya dikontrak dengan sistem MYC tersebut, bisa cepat fungsional,”ujar Achmad Marzuki.

Menyikapi perintah Pj Gubernur Achmad Marzuki, kata Dadek, mulai tanggal 8-11 Desember 2022, dirinya bersama Kepala BPKA, Azhari dan Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh, Robby Irza, melakukan kunjungan kerjanya ke lokasi paket-paket proyek fisik yang dikerjakan dengan sistem MYC.

Di antaranya ruas jalan Jantho (Aceh Besar)-Lamno (Aceh Jaya), Babahrot (Abdya)-Pinding-Blangkejeren (Gayo Luas), ruas jalan Trumon-Buluh Suma-Subulussalam, Singkil-Jembatan Kilang, Rumah Sakit Regeonal Cut Nyak Dhien, Meulaboh, (Aceh Barat), Rumah Sakit Regonal Takengon (Aceh Tengah) dan lainnya.

Kunjungan pertama, sebut Dadek, pihaknya meninjau lokasi ruas jalan Jantho-Lamno. Di ruas itu, pada tahun 2022 ini, ada dua pekerjaan. Pekerjaan pertama penuntasan jalan Jantho-Perbatasan Aceh Jaya.

Realisasi fisik proyeknya sudah mencapai 95,26 persen dan pihak rekanannya optimis pada tanggal 20 Desember 2022, bisa terealisir 100 persen.

Pekerjaan kedua, pengaspalan badan jalan dari perbatasan Aceh Besar -Lamno sepanjang 750 meter. Realisasi fisik proyeknya sudah mencapai 77 persen dan pihak rekanannya juga optimis, akhit tahun akan terelisir 100 persen.

Setelah badan jalan dari perbatasan Aceh Besar ke Lamno diaspal 750 meter, masih ada tersisa badan jalan yang belum teraspal dari perbatasan Aceh Besar menuju ke Jalan nasional di Lamno, sekitar 6,2 Km lagi, dari panjang jalan perbatasan Aceh Besar -Lamno 24,4 Km. Selain itu, ada 2 unit jembatan lagi yang perlu dibangun, bentangan 60 meter dan 20 meter.

Untuk pengaspalan badan jqlan 6,2 Km, hasil perkiraan sementra pihak konsultan perencana dan pengawas, masih dibutuhkan tambahan anggaran Rp 39 miliar dan untuk pembangunan 2 unit jembatan dibutuhkan tambahan anggaran Rp 27 miliar, totalnya menjadi Rp 66 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved