Jumat, 15 Mei 2026

Internasional

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah China Membangun Rumah Sakit dan Ruang Baru ICU

Menghadapi lonjakan kasus Covid-19, China membangun lebih banyak fasilitas ruang perawatan intensif.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Petugas melakukan uji Covid-19 terhadap penduduk Beijing, China, Selasa (26/4/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Menghadapi lonjakan kasus Covid-19, China membangun lebih banyak fasilitas ruang perawatan intensif.

Bahkan, berusaha memperkuat rumah sakit saat Beijing membatalkan kontrol anti-virus Corona yang mengurung jutaan orang di rumah, karena telah menghancurkan pertumbuhan ekonomi dan memicu protes.

Presiden Xi Jinping secara resmi berkomitmen untuk menghentikan penularan virus Coroan, negara besar terakhir yang mencoba.

Tetapi langkah terbaru menunjukkan Partai Komunis yang berkuasa akan mentolerir lebih banyak kasus tanpa karantina atau menutup perjalanan atau bisnis karena menghentikan strategi "nol-Covid."

Rapat Kabinet telah menyerukan mobilisasi penuh rumah sakit termasuk menambah staf untuk memastikan efektivitas tempur dan meningkatkan pasokan obat, menurut media pemerintah.

Dilansir AP, Minggu (11/12/2022), pejabat diminta untuk melacak kesehatan semua orang di daerah mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Tidak jelas berapa banyak jumlah infeksi yang meningkat sejak Beijing pekan lalu mengakhiri pengujian wajib sesering sekali sehari di banyak daerah.

Tetapi wawancara dan akun media sosial mengatakan ada wabah di bisnis dan sekolah di seluruh negeri.

Beberapa restoran dan bisnis lain tutup karena terlalu banyak karyawan yang sakit.

Baca juga: China Mulai Melonggarkan Pembatasan Covid-19, Kampus Masih Ditutup, Mahasiswa Langsung Protes

Situs pengujian virus di lingkungan Runfeng Shuishang Beijing ditutup karena semua karyawannya terinfeksi, kata pemerintah lingkungan di akun media sosialnya pada Sabtu (10/11/2022).

"Harap bersabar," katanya.

Jumlah kasus resmi turun, tetapi itu tidak lagi mencakup sebagian besar populasi setelah pengujian wajib berakhir Rabu (7/11/202) di banyak daerah.

Itu menjadi bagian dari perubahan dramatis yang mengkonfirmasi Beijing mencoba secara bertahap bergabung dengan Amerika Serikat dan pemerintah lain mengakhiri perjalanan.

Terutama, pembatasan lainnya serta mencoba hidup dengan virus Corona.

Pada Minggu (11/12/2022) pemerintah melaporkan 10.815 kasus baru virus Corona, termasuk 8.477 tanpa gejala.
Tetapi, pada dasarnya masih seperempat dari puncak harian minggu sebelumnya di atas 40.000 kasus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved