Jumat, 24 April 2026

Piala Dunia 2022

Fakta Kelam Suporter Argentina, Kondisi Ekonomi Lagi Sulit Tapi Rela Jual Rumah Demi Pergi ke Qatar

Kehadiran ribuan suporter Argentina ini dinilai cukup mengejutkan di tengah kondisi ekonomi negara itu yang cukup buruk.

Editor: Amirullah
AFP/TOMAS CUESTA
Dalam tampilan udara ini para penggemar Argentina merayakan kemenangan Piala Dunia 2022 melawan Prancis di Obelisk di Buenos Aires, pada 18 Desember 2022. Suporter Argentina melakukan perayaan besar-besaran di ibu kota negara, Buenos Aires setelah Lionel Messi cs memastikan diri sebagai juara dunia. (Photo by TOMAS CUESTA / AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Argentina berhasil menjadi juara Piala Dunia 2022, Minggu (18/12/2022)

Kemenangantersebut diperoleh setelah Argentina mengalahkan Prancis dalam laga Final Piala Dunia 2022.

Pertandingan puncak ini ternyata sangat dinantikan oleh suporter Argentina.

Di kompleks perumahan gurun bernama Al Janoub di Qatar, sekitar 40.000 suporter Argentina beristirahat sambil menunggu pertandingan Argentina.

Kehadiran ribuan suporter Argentina ini dinilai cukup mengejutkan di tengah kondisi ekonomi negara itu yang cukup buruk.

Berbicara tentang fakta bahwa Argentina menghadapi kesulitan ekonomi.

Di supermarket Argentina, harga naik setiap bulan dan inflasi kini menuju 100 persen.

Inflasi tiga digit bukanlah hal baru di Buenos Aires dan bukan kali pertama supermarket menghadapi risiko penjarahan.

Sementara itu demi final Piala Dunia suporter Argentina rela datang dengan cara apapun ke Qatar, termasuk menjual rumah mereka.

Dalam postingan baru-baru ini di Yahoo, seorang analis bernama Salvador Di Stefano membagikan.

"Kemenangan Albiceleste atas Kroasia dan pencapaian mereka ke final menciptakan lautan orang yang berhamburan ke jalanan. Mereka merayakannya sepanjang malam, dan selama berhari-hari, tampaknya euforia tetap ada."

Televisi siang dan malam menyiarkan cerita "Scaloneta", sementara sekolah-sekolah juga dilumpuhkan oleh guru dan siswa semua menonton pertandingan Argentina bersama, membicarakan sepak bola.

Mungkin, tidak ada yang peduli tentang belajar hari ini.

Fanatisme Argentina sangat, sangat besar.

"Saya tidak melihat orang Eropa memaksa anak-anak mereka untuk mengambil cuti sekolah untuk menonton Piala Dunia," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved