Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Timur

Area Mangrove Information Center Aramiah Aceh Timur Dijarah Penebang Liar

Puluhan ribu batang pohon mangrove di kawasan Mangrove Information Center Aceh Timur, dilaporkan dijarah oleh penebang liar dengan brutal

Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Foto LSM Bale Juroeng
Puluhan ribu batang pohon mangrove di kawasan Mangrove Information Center, Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur habis ditebang pelaku. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Puluhan ribu batang pohon mangrove di kawasan Mangrove Information Center, Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, dilaporkan dijarah oleh penebang liar dengan brutal.

"Ini sungguh tindakan kejahatan yang tidak dapat ditolerir. Kawasan ini merupakan kawasan Hutan Produksi milik Negara yang harus dijaga bersama sama," ujar Pj Sekretaris LSM Bale Juroeng, Edy Phonna, Selasa (20/12/2022).

Menurut Iskandar, sejak tahun 2007, LSM Bale Juroeng bersama relawannya sudah mulai melakukan kegiatan dikawasan tersebut, yaitu dengan menanam pohon mangrove dan berbagai jenis mangrove lainnya.

Kegiatan tanam-menanam yang dilakukan oleh LSM Bale Juroeng juga bertujuan untuk merawat berbagai jenis mangrove agar tumbuh subur sehingga menjadi aset sehingga dapat dinikmati manfaatnya.

Kegiatan penanaman mangrove di kawasan ini terus dilakukan LSM Bale Juroeng selama 15 tahun terakhir.

Baca juga: Ini 21 Guru di Aceh Utara yang Juara Lomba Video Inovasi Pembelajaran Dalam Festival Edukasi 2022

"Akan tetapi kegiatan yang selama ini dilakukan di kawasan dengan luas 10 hektat menjadi sia-sia. Hanya dalam hitungan 10 hari 90 persen kawasan ini hancur lebur," sebut Edy Phonna.

Disebutkan Phona, pada tanggal 8 Desember 2022 beberapa aktivis lingkungan LSM Bale Juroeng mengunjungi kawasan ini untuk mendokumentasikan keadaan di lapangan.

"Pada saat tersebut sudah terlihat beberapa areal telah ditebangi, terang Iskandar Haka, Ketua LSM Bale Juroeng.

Jujur, timpal Iskandar, LSM Bale Juroeng sampai dengan saat ini memang tidak bisa menjaga kawasan ini selama 24 jam, karena keterbatasan tenaga dan pendanaan sehingga ini bisa terjadi. 

Oleh sebab itu, LSM Bale Juroeng meminta kepada seluruh elemen masyarakat agar tersadar dan secara bersama sama ikut menjaga kawasan ini.

Pihaknya tidak bisa menangkap tangan para pelaku penebangan, perlu adanya dukungan dan kerja sama, karena bagi kami mereka adalah antek-antek Teroris Lingkungan yang harus di tindak.

Baca juga: Ini Penyebab Kebakaran Pasar Inpres Simpang Peut Versi Warga

Pada tanggal 19 Desember 2022, LSM Bale Juroeng sudah berkoordinasi dengan KPH 3 dan diterima oleh pejabat terkait Aang Kunaifi, untuk menindak lanjutkan keadaan yang terjadi di lapangan.

Beliau menyayangkan atas peristiwa ini dan menyampaikan bahwa dengan keterbatasan personil mereka.

Aang Kunaifi memberikan masukan bahwa kedepan jika memungkinkan pihak KPH 3 bisa melakukan patroli bersama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved