Internasional

Pembalap Formula Satu Dilarang Membuat Pernyataan Politik Selama Ikuti Balapan Jet Darat

Pembalap Formula Satu (F1) akan memerlukan izin tertulis sebelumnya dari badan olahraga untuk membuat pernyataan politik mulai musim depan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Balapan jet darat, Formula Satu 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pembalap Formula Satu (F1) akan memerlukan izin tertulis sebelumnya dari badan olahraga untuk membuat pernyataan politik mulai musim depan.

Hal itu menyusul pembaruan Kode Olahraga Internasional.

Kode versi 2023, yang berlaku untuk semua seri yang disetujui oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA), diterbitkan di situs web badan pengatur dengan perubahan yang disorot.

FIA menambahkan klausul baru mengenai pembuatan dan tampilan umum pernyataan atau komentar politik, agama dan pribadi yang melanggar prinsip umum netralitas yang dipromosikan oleh FIA berdasarkan undang-undangnya.

Pembalap yang membuat pernyataan seperti itu akan melanggar peraturan kecuali FIA, yang presidennya adalah Mohammed Ben Sulayem dari UEA, telah memberikan persetujuan sebelumnya secara tertulis.

Dilansir AFP, Rabu (21/12/2022), olahraga sebelumnya tidak memiliki batasan khusus seperti itu.

Baca juga: Utusan AS untuk LGBT Batal ke RI Setelah Ditolak MUI dan Ormas Islam

Pasal 1.2 dari undang-undang FIA bersumpah untuk mempromosikan perlindungan hak asasi manusia dan untuk menahan diri dari mewujudkan diskriminasi pada berbagai isu termasuk opini politik.

Musim 2023 dimulai di Bahrain pada 5 Maret.

Juara dunia tujuh kali Mercedes Lewis Hamilton, dan juara empat kali Sebastian Vettel yang sekarang sudah pensiun, termasuk di antara mereka yang membuat pernyataan politik pada balapan beberapa musim terakhir.

Hamilton, yang telah menjadi juru kampanye yang blak-blakan untuk hak asasi manusia dan keragaman, mengenakan kaus hitam di Grand Prix Tuscan 2020 dengan tulisan:

"Tangkap polisi yang membunuh Breonna Taylor" di bagian depan.

Kemeja itu juga memiliki foto pekerja medis kulit hitam, yang ditembak mati di apartemennya di Louisville, Kentucky, oleh petugas polisi, dengan "Sebutkan namanya".

Baca juga: LGBT dan Bir Dilarang, Presiden FIFA Pasang Badan Bela Piala Dunia 2022 Qatar: Negara Barat Munafik

FIA menetapkan aturan baru sebelum dan sesudah balapan untuk pakaian pembalap setelah insiden itu.

Vettel menggunakan platformnya untuk menyoroti masalah mulai dari hak LGBTQ hingga perubahan iklim.

Tahun ini dia mengenakan kemeja bertuliskan 'Stop Mining Tar Sands' dan 'Canada's Climate Crime' di Grand Prix Kanada.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved