Berita Banda Aceh
Ngopi Kebangsaan IKAL Aceh: Aceh Sangat Siap Hadapi Transisi Energi
Bekerjasama dengan Dinas ESDM Aceh, ngopi kebangsaan kali ini mengangkat isu, kesiapan Aceh menghadapi transisi energi. Diskusi yang dipandu oleh Dr
Direktur Eksekutif Walhi Aceh Ahmad Shalihin, mengingatkan bahwa transisi energi diperlukan, mengingat dampak yang ditimbulkan oleh energi fosil begitu besar. Oleh karenanya, ia berharap proses transisi energi yang sedang dilakukan pemerintah, tidak mengorbankan lingkungan hidup.
Sedangkan Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas M.Si, yang juga hadir mengakui potensi sumber daya alam dan sumber daya energi di Nagan Raya sangat besar. Namun berbanding terbalik, masyarakatnya malah masih miskin.
Baca juga: Kodam IM Gelar Halal Bihalal Ikatan Alumni Lemhannas PPSA XXIII dan IKAL DPD Aceh
Sementara Otto Syamsuddin Ishak, mengatakan perlu dilakukan penataan, sehingga tidak terjadi benturan dan dampak terhadap lingkungan secara keseluruhan.
“Masyarakat Aceh dikenal sangat dinamis. dalam konteks transisi energi ini, ESDM mesti mempertimbangkan bagaimana mengelola energi dan masyarakat ini secara bijak dan dinamis. Saya rasa, masyarakat Aceh sangat siap menghadapi transisi energi ini,” ujar Alumni Lemhannas PPSA ini.
Akademisi USK, Khairil, mengusulkan untuk dibuat Dewan Energi Aceh, sebagai bentuk kesiapan Aceh menghadapi transisi energi ini.
General Manager PLN UIW Aceh, Parulian Novriandi, mengatakan, minat masyarakat Aceh menggunakan kenderaan listrik sangat tinggi. Menyahuti transisi energi ini, PLN Aceh telah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Banda Aceh. "Akan ada satu lagi di wilayah Lhokseumawe", tambah Parulian.
Ketua DPD IKAL Aceh, Prof Dr Syahrizal, MA, menjelaskan, IKAL Aceh, sebagai wadah berkumpul para alumni Lemhanas dari berbagai latar belakang profesi dan keilmuan, terpanggil mencermati kondisi mutakhir ini, terutama di Aceh.
Baca juga: Lemhannas Evaluasi Pendidikan Alumni di UIN Ar-Raniry, Silaturahmi dengan IKAL dan DPD Aceh
Sebelumnya, kegiatan serupa telah pernah dibuat dengan mengangkat tema-tema aktual, baik lokal maupun nasional; seperti tentang toleransi umat beragama, kelistrikan, moneter, hankam, hukum, pangan, dan sebagainya. Dan kegiatan ini telah jadi ikon DPP IKAL Lemhannas RI.
Ngopi kebangsaan ini adalah bentuk kontribusi dan tanggung jawab alumni Lemhannas dengan persoalan kebangsaan yang ada. Tentu saja, kita berharap dengan kegiatan ini, ada solusi terhadap permasalahan yang ada, dan dapat menjadi referensi pengambil kebijakan, baik pada level daerah maupun pusat.
“Hasil diskusi kali ini dalam bentuk rekomendasi akan kita sampaikan ke Gubernur Lemhannas dan DPP IKAL Pusat di Jakarta. Harapan kita, bisa jadi masukan ke RI 1 soal energi terbarukan di Aceh,” ujar Syahrizal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ikal-aceh.jpg)