Internasional
Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM, Baik Lokal Maupun Internasional
Taliban memerintahkan semua kelompok non-pemerintah asing dan domestik di Afghanistan untuk mengakhiri mempekerjakan perempuan.
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Taliban memerintahkan semua kelompok non-pemerintah asing dan domestik di Afghanistan untuk mengakhiri mempekerjakan perempuan.
Diduga, banyak karyawan perempuan tidak mengenakan jilbab dengan benar.
Taliban juga melarang perempuan menghadiri kelas agama di masjid di ibu kota Kabul.
Larangan itu menjadi langkah pembatasan terbaru oleh penguasa baru Afghanistan terhadap hak dan kebebasan perempuan.
Itu terjadi hanya beberapa hari setelah Taliban melarang siswa perempuan menghadiri universitas di seluruh negeri.
Wanita Afghanistan sejak itu berdemonstrasi di kota-kota besar menentang larangan tersebut.
Sebuah aksi protes domestik yang langka sejak Taliban merebut kekuasaan tahun lalu.
Baca juga: Liga Muslim Dunia Kecam Taliban Afghanistan, Tolak Hak Perempuan dan Larang Dapat Pendidikan
Keputusan tersebut juga menimbulkan kemarahan internasional.
Perintah ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) datang dalam surat Menteri Ekonomi Qari Din Mohammed Hanif.
Dia mengatakan bahwa setiap organisasi yang ditemukan tidak mematuhi perintah tersebut akan dicabut izin operasinya di Afghanistan.
Juru bicara kementerian, Abdul Rahman Habib, membenarkan isi surat itu kepada The Associated Press, Sabtu (2412//2022).
Kementerian mengatakan telah menerima keluhan serius tentang staf perempuan yang bekerja untuk LSM yang tidak mengenakan jilbab atau hijab yang benar.
Belum jelas apakah perintah itu berlaku untuk semua perempuan atau hanya perempuan Afghanistan yang bekerja di LSM.
Baca juga: Taliban Pukul dan Cambuk Demonstran Wanita, Tolak Larangan Perempuan Sekolah dan Masuk Universitas
Rincian lebih lanjut tidak segera tersedia di tengah kekhawatiran langkah terbaru Taliban bisa menjadi batu loncatan untuk larangan menyeluruh bagi perempuan Afghanistan meninggalkan rumah.
“Ini pengumuman yang memilukan,” kata Maliha Niazai, pelatih utama di sebuah LSM yang mengajar anak muda tentang isu-isu seperti kekerasan berbasis gender.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksinasi-polio-di-afghanistan.jpg)