Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Berinvestasilah pada 1.000 HPK Agar Anak Sehat dan Cerdas

Ibu hamil dan menyusui sangat dianjurkan untuk mengoptimalkan kualitas 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) janinnya sampai si bayi berusia dua tahun

Tayang:
Editor: bakri
FOTO: SERAMBI FM/ILHAM
Dokter Sulasmi, MHSM (Kabid Kesmas Dinkes Aceh), Siti Fatimah, S.TP (Ketua Pokja IV TP-PKK Banda Aceh), dan dr Natassya Phebe (Nutrition Officer Unicef Aceh), menjadi narasumber pada talkshow dalam rangka Hari Ibu Tahun 2022 dengan tema “Dukung, Lindungi, dan Sayangi Ibu demi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Sabtu (24/12/2022) sore. Talkshow di Studio Radio Serambi FM 90.20 itu dipandu Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika 

"Kalau ingin anak tumbuh sehat dan tidak stunting, maka golden period 1.000 HPK inilah yang harus dijaga momentumnya.

Lengkapi dan penuhi semua hak-hak janin dan ibunya pada periode yang amat penting dan menentukan ini," kata Sulasmi.

Dokter Natassya menambahkan, 1.000 HPK ini merupakan fase krusial karena pada periode ini berlangsung perkembangan cepat seorang manusia.

Termasuk volume maupun fungsi otaknya.

Pada periode ini terjadi perkembangan sel-sel otak yang sangat cepat dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf plus cabang-cabangnya sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks.

Perkembangan otak ini hampir sempurna, yaitu mencapai 80 persen, sehingga akan menentukan kualitas manusia di masa depan.

"Dan momentum itu tidak bisa diulang.

Jadi, kalau mau investasi untuk masa depan anak, berinvestasilah pada fase 1.000 HPK itu," kata Tasya.

Tasya juga mengingatkan bahwa semua layanan yang dibutuhkan bayi bisa didapatkan di posyandu dan itu gratis.

Menurut Tasya, buku KIA harus pula dimiliki oleh setiap bumil karena semua informasi yang diperlukan untuk proses tumbuh kembang anak, gizi seimbang, dan imunisasi dasar lengkap ada di situ.

Ia juga sangat sependapat dengan pernyataan Dokter Sulasmi bahwa saat ini seorang ibu hamil tidak saja harus diprioritaskan untuk hidup sehat, tetapi juga bahagia.

"Sehat bermakna terstandar semua aspek kesehatannya, sedangkan bahagia bisa didapat saat ibu saling 'caring' dan 'sharing' terutama di dalam kelas bumil," katanya.

Tasya menambahkan, Unicef sangat mendukung penyelenggaraan kelas ibu hamil (bumil).

Di kelas seperti ini bisa dilakukan praktik menyusui bersama, demo pemorsian makanan, dan pemodelan komunikasi, informasi, serta edukasi (KIE).

Sementara itu, Siti Fatimah mengatakan, di PKK pun program-program untuk membuat ibu sehat dan bahagia juga menjadi prioritas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved