Senin, 4 Mei 2026

Berita Bireuen

Hujan Deras, Air Meluap ke Jalan Lintas Nasional Kawasan Peudada

Saluran di bawah jembatan Ikue Alue di jalan nasional tersumbat, hingga membuat aliran air tidak lancar dan meluap ke badan jalan.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Warga
Kenderaan sedang melintasi luapan air banjiri jalan Banda Aceh-Medan di Simpang Ikue Alue, Gampong Meunasah Alue, Kecamatan Peudada, Bireuen, Kamis (29/12/2022). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kawasan Bireuen sejak dua hari terakhir hujan deras, terutama di pedalaman, hujan deras menyebabkan ruas jalan nasional kawasan Ikue Alue, Desa Meunasah Alue, Peudada Bireuen, Kamis (29/12/2022) pagi hingga siang digenangi banjir luapan tumpahan air dari sebelah utara jalan ke selatan

Ketinggian air di badan jalan kawasan Desa Meunasah Alue, Peudada sekitar 20 cm di beberapa titik, panjangnya sekitar 200 meter lebih, arus lalu lintas tetap lancar.

Banjir luapan air terjadi dampak hujan deras melanda Kecamatan Peudada dan sekitarnya, juga karena saluran di bawah jembatan Ikue Alue dijalan nasional tersumbat hingga membuat aliran air tidak lancar dan meluap ke badan jalan.

Informasi diperoleh Serambinews.com, luapan air di badan jalan terjadi sejak pukul 06.00 WIB, setelah hujan deras, berbagai jenis kendaraan masih bisa melintas dan beberapa rumah ikut tergenang dengan ketinggian air sekitar 10-20 cm. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat masih bisa melintas, cuaca masih mendung dan hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (29/12/2022) Bireuen masih hujan gerimis.

Kapolsek Peudada Ipda M Nazarullah SH bersama anggota langsung turun ke lokasi meninjau lokasi banjir mengatakan, Kecamatan Peudada semalam dilanda hujan deras, pada pagi hari luapan air tergenang di sawah sekitarnya meluap ke jalan Banda Aceh-Medan.

Penyebab terjadi banjir luapan dikarenakan saluran berada di bawah jembatan di lokasi diduga
sudah tersumbat sampah hanyut terbawa air, sehingga luapan airnya meluap ke atas badan jalan. "Untuk debit air di waduk Paya Sikameh masih dalam batas normal, air meluap ke jalan ini karena tersumbat di bawah jembatan," jelasnya.

Mencegah terjadinya hal serupa setelah luapan air surut, dipastikan kembali kondisi saluran di jembatan, sehingga diharapkan supaya dapat segera dinormalisasi, agar aliran air dapat berjalan lancar kembali, ujar Kapolsek.

Abubakar (50) salah seorang warga Peudada yang sedang di lokasi banjir luapan mengatakan, penyebab terjadi banjir luapan karena  aliran air dari saluran dipinggir jalan nasional meluap karena di bawah jembatan salurannya sudah tersumbat sampah

“Kami mengharapkan pihak berwenang agar dapat segera melakukan penanganan sehingga aliran airnya dapat berjalan lancar dan tidak terjadi lagi luapan air ke jalan raya dan dapat mengganggu kelancaran lalu lintas,” harapnya.

Camat Peudada Bireuen, Erry Seprinaldi SSTP MSi kepada Serambinews.com mengatakan, penyebab banjir luapan dan tergenangnya badan jalan nasional karena saluran buangan atau box culvert terbatas.

“Box culvert hanya dua tempat sehingga saat hujan deras dan terjadi luapan saluran buangan terbatas dan badan jalan ikut tergenang,” ujarnya.

Mencegah genangan setiap musim hujan perlu dibangun dua unit lagi box culvert sehingga air lancar ke sebelah selatan jalan.(*)

Baca juga: HRD Harap Kementerian PUPR Perbaiki Gorong-Gorong di Kecamatan Peulimbang Bireuen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved