Internasional
Presiden Ukraina Syaratkan Perdamaian, Rusia Tolak Mentah-Mentah
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan penuh semangat mendorong rencana perdamaian 10 poin.
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan penuh semangat mendorong rencana 10 poin perdamaian .
Di antaranya, dia meminta Rusia menghormati integritas teritorial Ukraina dan menarik semua pasukan dari wilayah yang dipimpinnya.
Tetapi Moskow langsung menolaknya pada Rabu (28/12/2022) dengan menegaskan kembali Kiev harus menerima aneksasi Rusia atas empat wilayah.
Terdiri dari Luhansk dan Donetsk di timur, serta Kherson dan Zaporizhzhia di selatan.
"Tidak akan ada rencana perdamaian yang tidak memperhitungkan realitas hari ini mengenai wilayah Rusia, dengan masuknya empat wilayah ke Rusia," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Baca juga: Presiden Ukraina Minta Bantuan Sistem Pertahanan Udara, Italia Masih Mikir-Mikir
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan gagasan Zelensky mengusir Rusia dari Ukraina timur dan Krimea dengan bantuan Barat membuat Moskow membayar ganti rugi ke Kiev hanyalah ilusi.
Kantor berita Rusia, TASS mengutip Lavrov yang mengatakan Rusia akan terus membangun kekuatan tempur dan kemampuan teknologinya di Ukraina.
Dia mengatakan pasukan Moskow yang dimobilisasi telah menjalani pelatihan serius dan banyak yang sekarang berada di lapangan, mayoritas belum berada di garis depan.
Namun, Zelensky mengatakan kepada parlemen untuk tetap bersatu dan memuji Barat yang membantu Ukraina menemukan dirinya kembali.
“Warna nasional kita saat ini menjadi simbol keberanian internasional dan kegigihan seluruh dunia,” katanya dalam pidato tahunan yang diadakan secara tertutup.(*)
Baca juga: Ukraina Inginkan Sekjen PBB Sebagai Mediator Pertemuan Puncak Perdamaian, Rusia Harus Diadili
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2308Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskyy.jpg)