Minggu, 31 Mei 2026

Internasional

Sepanjang 2022, Sebanyak 3.825 Warga Suriah Tewas, Terendah Sejak Perang Meletus 2011

Kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan jumlah kematian akibat perang sepanjang 2022 sebanyak 3.825

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Dua pria memperhatikan lokasi serangan Israel yang menewaskan seorang kolonel Iran di Suriah, Rabu (23/11/2022). 

SERAMBINEWS.COM, DAMASKUS - Kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan jumlah kematian akibat perang sepanjang 2022 sebanyak 3.825 orang.

Sedangkan pada tahun 2021, sebanyak 3.746 orang, sebelum direvisi menjadi 3.882 orang.

Setelah bertahun-tahun pertempuran mematikan dan pengeboman menyusul penindasan brutal protes anti-rezim tahun 2011, konflik sebagian besar telah mereda dalam tiga tahun terakhir ini.

Pertempuran sporadis terkadang pecah dan serangan jihad terus berlanjut, terutama di bagian timur negara itu.

Di antara mereka yang tewas pada 2022, sebanyak 1.627 warga sipil, termasuk 321 anak-anak, menurut angka dari Observatorium, yang bergantung pada jaringan luas sumber di lapangan di Suriah.

Dari warga sipil yang tewas, 209 orang, sekitar setengahnya anak-anak, akibat ranjau atau bahan peledak lainnya.

Baca juga: Kelompok ISIS Serang Bus Pekerja Ladang Minyak di Suriah Timur, 10 Orang Tewas

Dilansir AFP, Sabtu (31/12/2022), sebanyak 627 personel pasukan keamanan pemerintah tewas bersama dengan 217 pejuang lainnya yang setia kepada rezim Bashar al-Assad.

Sekitar 387 anggota Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi dan sekutunya juga termasuk di antara yang tewas, serta lebih dari 500 teroris.

Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, mengatakan sejumlah besar kematian terjadi karena kekacauan keamanan. puluhan serangan Israel, dan ISIS di gurun Suriah.

Perang telah menewaskan hampir setengah juta orang sejak pecah lebih dari satu dekade lalu, menggusur hampir setengah dari populasi Suriah sebelum perang.

Assad telah merebut kembali sebagian besar wilayah yang awalnya direbut oleh kelompok pemberontak.

Meskipun SDFyang memiliki tingkat kerja sama dengan rezim terus menguasai wilayah di utara dan timurlaut.

Baca juga: RSF Laporkan Hampir 1.700 Jurnalis Terbunuh Dalam 20 Tahun Terakhir, Terbanyak di Irak dan Suriah

Turki, pemain kunci dalam perang, telah berulang kali mengancam akan melancarkan serangan darat terhadap Kurdi Suriah dalam beberapa bulan terakhir, setelah melakukan tiga serangan serupa sebelumnya.

Selain itu, sekitar setengah dari provinsi baratlaut Idlib dan daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga Hama, Aleppo dan Latakia didominasi jihadis Hayat Tahrir Al-Sham dan faksi pemberontak lainnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved