Kamis, 14 Mei 2026

Internasional

Rusia Akui Serangan Roket Ukraina Tewaskan 63 Tentaranya di Donetsk Timur

Pasukan Ukraina menembakkan roket ke sebuah fasilitas di wilayah Donetsk Timur, tempat tentara Rusia ditempatkan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/ Al-DOUMY
Sebuah foto memperlihatkan tanda peringatan bertuliskan "Hentikan Ranjau" yang ditulis dalam bahasa Ukraina dan Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina Timur, Senin (02/01/2023). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pasukan Ukraina menembakkan roket ke sebuah fasilitas di wilayah Donetsk Timur, tempat tentara Rusia ditempatkan.

Serangan itu menewaskan 63 tentara Rusia, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Itu menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan Kremlin sejak perang dimulai lebih dari 10 bulan lalu. .

Pasukan Ukraina menembakkan enam roket dari sistem peluncuran HIMARS dan dua di antaranya ditembak jatuh, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Tidak disebutkan kapan serangan itu terjadi.

Dilansir AFP, serangan itu, menggunakan senjata presisi yang dipasok AS yang telah terbukti kritis dalam memungkinkan pasukan Ukraina mencapai target utama.

Baca juga: Rusia Kembali Gempur Ukraina, Puluhan Drone Diluncurkan, Sejumlah Bangunan Penting Hancur

Sehingga, memberikan kemunduran baru bagi Rusia yang dalam beberapa bulan terakhir telah terhuyung-huyung dari serangan balasan Ukraina.

Militer Ukraina belum secara langsung mengkonfirmasi serangan itu, tetapi tampaknya mengakui serangan yang tampaknya sama dengan yang dilaporkan otoritas Rusia.

Direktorat Komunikasi Strategis Angkatan Bersenjata Ukraina mengklaim sekitar 400 tentara Rusia yang dimobilisasi tewas di gedung sekolah kejuruan di Makiivka dan 300 lainnya luka-luka.

Klaim itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pernyataan Rusia mengatakan serangan terjadi di daerah Makiivka dan tidak menyebutkan sekolah kejuruan.

Sementara itu, Rusia mengerahkan beberapa pesawat tak berawak yang meledak dalam serangan malam hari lainnya di Ukraina.

Baca juga: Serangan Udara Rusia Sambut Tahun Baru 2023 di Ukraina, Sirene Meraung-Raung di Seluruh Negeri

Kremlin telah mengisyaratkan tidak akan berhenti dalam strateginya menggunakan pengeboman untuk menargetkan infrastruktur energi dan melemahkan perlawanan Ukraina terhadap invasinya.

Rentetan itu menjadi yang terbaru dari serangkaian serangan akhir tahun tanpa henti, termasuk yang menewaskan tiga warga sipil pada Malam Tahun Baru 2023.

Pada Senin (02/01/2023), Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan bahwa 40 drone dalam semalam dan semuanya hancur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved